Toni Kroos Bongkar 'Liciknya' UEFA dan FIFA

Yanu Arifin - Sepakbola
Kamis, 12 Nov 2020 10:15 WIB
BASEL, SWITZERLAND - SEPTEMBER 06: Toni Kroos of Germany seen during the UEFA Nations League group stage match between Switzerland and Germany at St. Jakob-Park on September 06, 2020 in Basel, Switzerland. (Photo by Matthias Hangst/Getty Images)
Gelandang Real Madrid asal Jerman, Toni Kroos, mengecam UEFA dan FIFA terkait banyaknya turnamen dan jadwal yang dirasa melelahkan para pemain. (Foto: Matthias Hangst/Getty Images)
Munich -

Toni Kroos gerah betul dengan UEFA dan FIFA. Dua badan sepakbola tingkat global itu ia kecam habis-habisan. Soal apa?

Gelandang Real Madrid itu rupanya mengecam banyaknya turnamen internasional yang dinilai melelahkan pemain. Kroos merasa pemain cuma dimanfaatkan.

UEFA pada 2018 menggagas turnamen UEFA Nations League, yakni liga antarnegara. Padahal di saat bersamaan, ada gelaran Piala Dunia 2018.

Situasi kian menyulitkan pada 2020, sebab sepakbola digelar di tengah pandemi. Semua jadwal dipadatkan, dari gelaran liga, sampai turnamen internasional macam laga persahabatan, kualifikasi Piala Eropa, dan pertandingan fase grup UEFA Nations League.

Hal itu yang membuat Kroos mengecam habis UEFA dan FIFA. Pemain Timnas Jerman itu menyebut para pemain diperlakukan layaknya boneka.

"Sayangnya, pemain tidak bisa memutuskan hal ini. Pada akhirnya, ketika kompetisi baru ditetapkan, kami cuma boneka FIFA dan UEFA. Mereka cuma mengeruk uang sebanyak mungkin dan menguras fisik pemain," kata Toni Kroos dalam podcast Einfach mal Luppen, yang digagasnya bersama sang adik, Felix Kroos, seperti dilansir ESPN.

Sebelumnya, ada pula usulan mengubah format Liga Champions menjadi European Super League. Turnamen itu rencananya digelar pada 2022, dengan mengikutsertakan 16-18 tim dan berlaga minimal 30 kali. Kabarnya, Liverpool dan Manchester United setuju untuk turnamen itu, yang kemudian menimbulkan banyak kecaman.

Bahkan, gelaran Piala Dunia Antarklub rencananya juga akan diperluas. Sebanyak 24 tim akan disertakan, yang rencananya akan pertama kali digelar di China pada 2021.

"Aku senang membiarkan hal itu sebagaimana harusnya, ketika memang berjalan tepat. Liga adalah produk bagus, bersama Liga Champions dan Piala Dunia," lanjutnya, menolak gagasan European Super League.

"Dari sisi olahraga, mungkin itu terlihat bagus sebab kami akan berlaga di level atas. Tapi, kesenjangan tim kecil dan besar akan semakin besar. Segalanya tidak mesti harus begitu, lebih cepat, atau menghasilkan lebih banyak uang," jelas Toni Kroos.

(yna/krs)