sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 13 Nov 2020 19:45 WIB

Alex Song: Arsenal, Barca, Kini di Liga Negara Peringkat 185 Dunia

Randy Prasatya - detikSport
AMSTERDAM, NETHERLANDS - NOVEMBER 26:  Alex Song of Barcelona speaks to a team mate during the UEFA Champions League Group H match between Ajax Amsterdam and FC Barcelona at Amsterdam Arena on November 26, 2013 in Amsterdam, Netherlands.  (Photo by Dean Mouhtaropoulos/Getty Images) Alex Song kini bermain di Liga Djibouti. (Foto: Dean Mouhtaropoulos/Getty Images)
Jakarta -

Alex Song pernah bersinar di Arsenal hingga hengkang ke Barcelona. Kini, dia bermain di liga yang tak banyak disorot oleh dunia.

Alexandre Song telah resmi diperkenalkan sebagai pemain baru Arta/Solar 7. Gelandang 33 tahun itu dikontrak dua tahun oleh klub yang bermain di Liga Premier Djibouti dan diharap bisa membawa Arta/Solar 7 bicara banyak di ajang Piala Konfederasi Caf pada November mendatang.

Song bukan cuma berperan sebagai pemain. Menurut laporan BBC, pemain asal Kamerun itu juga bertugas di staf kepelatihan.

"Ini kesempatan bagi saya untuk mempromosikan sepakbola lokal di sini (Djibouti)," Song menjelaskan.

Djibouti adalah negara yang berada di Afrika Timur. Sepakbola di sana bisa dikatakan belum mampu bersaing dengan negara-negara di Afrika lainnya. Merujuk dari ranking FIFA terbaru, Djibouti ada di peringkat 185.

Bergabungnya Alex Song ke dunia sepakbola di Liga Premier Djibouti tentu sebuah penurunan. Masa emasnya berada di Arsenal, setelah tampil reguler pada 2008 sampai 2012. Namun, di sana tanpa merasakan gelar juara.

Song akhirnya dipinang Barcelona pada musim 2012/2013. Direktur olahraga Barcelona pada saat itu, Andoni Zubizarreta, berharap besar dengan mantan pemain Bastia ini.

"Kami memutuskan menambah lini tengah karena kepergian (Seydou) Keita, dan Song berada di daftar teratas target kami," kata Zubizarreta yang dikutip dari Marca.

"Dia memiliki kemampuan teknis, penguasaan bola yang hebat, dan pengetahuan taktis. Atribut fisiknya bagus, meski kami tidak merekrut pemain berdasarkan tinggi badan, tapi kami melihat pemain yang bisa melengkapi skuad kami," tegasnya.

Pada kenyataannya, Song gagal menembus lini tengah Barcelona, yang pada saat itu secara reguler masih diisi Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dan Sergio Busquets. Song beberapa kali malah harus bermain sebagai bek.

"Zubizarreta mengatakan bahwa saya tidak akan banyak bermain. Saya mengatakan kepadanya bahwa saya tidak peduli, saya tahu bahwa sekarang saya akan benar-benar menjadi seorang jutawan," kata Song.

"Saya memikirkan istri saya, anak-anak saya, dan bahwa kita semua harus memiliki kehidupan yang nyaman setelah karier sepakbola saya berakhir," Song menegaskan.

Barcelona kemudian meminjamkan Song ke West Ham United pada 2014 sampai 2016. Penampilannya di musim kedua bersama West Ham juga menurun dengan hanya bermain 15 kali.

Barcelona berpisah dengan Song pada 2016 dan hijrah ke Rubin Kazan di Liga Rusia. Lagi-lagi dia tak tampil oke, dengan hanya bermain sebanyak 23 kali selama dua musim.

Selepas gagal di Rubin Kazan, Song pindah ke Sion yang bermain di Liga Swiss. Namun, kariernya tak bertahan lama karena dipecat setelah tak mau dipotong gaji akibat pandemi virus Corona.

Mengingat usianya yang masih 33 tahun, Alex Song seharusnya masih dapat bersaing di liga-liga negara Eropa. Memilih untuk bermain di tanah Djibouti tentu sebuah hal yang mengejutkan.

(ran/yna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com