sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 19 Nov 2020 03:05 WIB

Apakah Era Joachim Loew di Jerman Sudah Habis?

Adhi Prasetya - detikSport
Soccer Football - UEFA Nations League - Germany Training - Allianz Arena, Munich, Germany - September 5, 2018   Germany coach Joachim Loew during training   REUTERS/Michael Dalder Loew diangkat menjadi pelatih Jerman sejak 2006. Foto: Michael Dalder/Reuters
Jakarta -

Kursi Joachim Loew di Jerman tengah digoyang. Mungkinkah ini jadi tanda berakhirnya era pelatih 60 tahun itu?

Jerman baru saja mengalami kekalahan besar. Berjumpa Spanyol di UEFA Nations League, Rabu (18/11/2020) dini hari WIB, Die Mannschaft digilas enam gol tanpa balas.

Hasil itu menyamai catatan buruk 89 tahun lalu, saat Jerman Barat dihajar Austria dengan skor yang sama. Namun yang lebih parah, skuad muda Jerman juga kesulitan mengembangkan permainan. Sepanjang pertandingan, tak satu pun shot on goal yang mampu dibuat Toni Kroos dkk.

Loew mendapat cacian keras akibat ini. Keputusannya untuk move on dari para pemain senior macam Mats Hummels, Jerome Boateng, dan Thomas Mueller kembali diungkit.

Germany's midfielder Leroy Sane reacts to Spain's fourth goal scored by Spain's midfielder Ferran Torres during the UEFA Nations League footbal match between Spain and Germany at La Cartuja stadium in Seville on November 17, 2020. (Photo by CRISTINA QUICLER / AFP)Reaksi pemain Jerman kala dibantai 0-6 oleh Spanyol. Foto: AFP/CRISTINA QUICLER

Dengan dalih regenerasi usai tersingkir memalukan di Piala Dunia 2018, Loew mencoba tenaga-tenaga baru. Namun hasil yang diraih belum memuaskan suporter.

Di UEFA Nations League 2018/19, Jerman tak pernah menang di empat laga penyisihan grup dan menjadi juru kunci. Kondisi mulai membaik setelah Jerman berhasil lolos ke Piala Eropa 2020, namun inkonsistensi kembali terlihat di UEFA Nations League 2020/21.

Jerman hanya menang dua kali dari enam laga, dan gagal lolos ke semifinal. Wajar bila keengganan Loew memakai sejumlah pemain senior kembali dipertanyakan. Apalagi, mereka yang disingkirkan bukanlah pemain yang masa keemasannya sudah habis.

Hummels hingga kini masih menjadi palang pintu pertahanan Borussia Dortmund, sementara Boateng dan Mueller menjadi aktor kunci keberhasilan Bayern Munich meraih treble musim lalu.

Mungkin keputusan yang diambil Loew berkaca pada Spanyol era Vicente Del Bosque. Mendapat lungsuran skuad juara Piala Eropa 2008, Del Bosque melanjutkan kesuksesan itu dengan meraih Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012.

Diisi nama-nama seperti Xabi Alonso, David Villa, Iker Casillas, Sergio Busquets, Gerard Pique, Xavi, Andres Iniesta, Cesc Fabregas, David Silva, hingga Sergio Ramos, sekilas Spanyol akan kembali menjadi unggulan saat bertarung di Piala Dunia 2014.

SALVADOR, BRAZIL - JUNE 13: Goalkeeper Iker Casillas (L) and Sergio Ramos of Spain reacts after allowing the Netherlands fourth goal during the 2014 FIFA World Cup Brazil Group B match between Spain and Netherlands at Arena Fonte Nova on June 13, 2014 in Salvador, Brazil.  (Photo by David Ramos/Getty Images)Spanyol babak belur di Piala Dunia 2014. Foto: Getty Images/David Ramos

Namun Del Bosque telat menyadari, bahwa timnya sudah mulai habis bensin. Benar saja, di Brasil, La Furia Roja tersingkir di fase grup usai dikalahkan Belanda dan Chile.

Dua tahun berselang, Spanyol mulai memberi tempat kepada nama-nama muda seperti Alvaro Morata, David De Gea, hingga Thiago Alcantara. Namun perubahan itu belum signifikan. Di Piala Eropa 2016, langkah Spanyol terhenti di 16 besar oleh Italia. Del Bosque pun akhirnya mundur.

Bisa jadi, apa yang dialami Del Bosque membuat Loew tak mau berlama-lama mempertahankan pemain-pemain senior yang dirasa tak lagi berkontribusi besar. Ia tak mau terjerembab di lubang yang sama.

Masalahnya, Jerman tak kunjung tampil konsisten dengan skuad muda mereka. Direktur Timnas Jerman Oliver Bierhoff sudah menegaskan bahwa nasib Loew akan tetap aman, namun andaikan Jerman kembali gagal di Euro tahun depan, bukan tak mungkin berakhir pula era Loew.

Setelah 14 tahun lamanya, bisa jadi Jerman perlu nahkoda baru yang bisa memberi ide-ide segar yang selama ini belum terjangkau Loew. Hasil di musim panas tahun depan kemungkinan akan menjadi penentu, apakah era Joachim Loew di Jerman akan terus berlanjut atau harus berakhir.



Simak Video "Duel Sengit! Jerman Vs Turki Berakhir Imbang "
[Gambas:Video 20detik]
(adp/nds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com