Penyesalan Kenikmatan Duniawi Diego Maradona

Afif Farhan - Sepakbola
Jumat, 27 Nov 2020 18:00 WIB
LA PLATA, ARGENTINA - FEBRUARY 29: Diego Armando Maradona head coach of Gimnasia y Esgrima La Plata gestures to supporters during a match between Gimnasia y Esgrima La Plata and Atletico Tucuman as part of Superliga 2019/20 at Estadio Juan Carlos Zerillo on February 29, 2020 in La Plata, Argentina. (Photo by Marcos Brindicci/Getty Images)
Penyesalan Kenikmatan Duniawi Diego Maradona (Getty Images/Marcos Brindicci)
Buenos Aires -

Mendiang Diego Maradona pernah bercerita soal kenikmatan duniawi yang dicicipinya. Ujung-ujungnya adalah penyesalan semata.

Diego Armando Maradona telah tutup usia pada Rabu (25/11/2020) malam WIB kemarin. Pencetak gol ikonik 'Tangan Tuhan' asal Argentina itu menghembuskan nafas terakhir di usia 60 tahun.

Diego Maradona dimakamkan di pemakaman Bella Vista, di pinggiran ibu kota Buenos Aires. Pemerintah Argentina bahkan menyatakan duka nasional sampai 3 hari untuk menghormatinya.

Maradona begitu dihormati bagi warga Argentina. Tak ayal, dia telah mempersembahkan titel Piala Dunia 1986 pada Argentina yang sampai saat ini belum pernah diraih lagi oleh para pemain timnasnya.

Di level klub, Napoli menjadi tonggak sukses pemain berjuluk D10S tersebut. Dua scudetto pernah dipersembahkannya.

An employee prepares to place a picture of late Argentinian football legend Diego Armando Maradona at Mother's Wax Museum before the start of an event for Maradona fans to pay their respects, in Kolkata on November 26, 2020. - Maradona passed away on November 25, 2020. (Photo by Dibyangshu SARKAR / AFP)Diego Maradona, legenda sepakbola itu telah berpulang (AFP/DIBYANGSHU SARKAR)

Kehidupan Diego Maradona di luar lapangan hijau juga selalu mendapat sorotan. Tak ayal di era tahun 1980-an, Maradona adalah seorang superstar!

Pundi-pundi uang mengalir deras ke kantongnya. Walau dijuluki sebagai Dewa, Maradona tetaplah manusia biasa yang terlena oleh kehidupan dunia.

"Ketenaran telah menghadiahkan kepada saya banyak hal," kata Maradona seperti dilansir dari Marca.

"Saya mendapat wanita kulit putih dan kesenangan terlarang lainnya," lanjut Maradona.

Diego Maradona juga sampai terperosok ke 'jurang'. Kala dirinya, mengkonsumsi obat-obatan terlarang seperti kokain.

"Itu semua terus membuatku kecanduan," terang Maradona.

Soccer Football - World Cup - Round of 16 - France vs Argentina - Kazan Arena, Kazan, Russia - June 30, 2018  Diego Maradona gestures while in the stands at half time  REUTERS/Pilar OlivaresKetenaran membuat Diego Maradona gelap mata (REUTERS)

Alhasil, gaya hidup Diego Maradona menjadi berantakan. Dari seorang bintang, dia menjadi seorang pesakitan.

Ketenarannya di masa muda, membuat Diego Maradona di usia senja sering bolak-balik masuk rumah sakit.

Dimulai pada tahun 2015 kemarin, Diego Maradona dilaporkan menjalani operasi bypass lambung karena ia menderita berat badan berlebih. Malah, juga pernah mengalami pendarahan lambung.

Terparah di awal tahun 2020 ini, Maradona mengalami pembekuan darah di otak. Hingga akhirnya, Maradona wafat karena mengalami henti jantung (cardiac arrest).

Leopoldo Luque, dokter pribadi Diego Maradona menyatakan bahwa kesehatan Diego Maradona begitu ekstrem. Itu tak lepas dari pola hidupnya di masa muda.

"Dia adalah pasien yanng hidup dalam kondisi ekstrem," ujarnya.

Meski begitu, Diego Maradona sudah pelan-pelan keluar dari 'lubang hitam'. Sejak pertama kali dilarikan ke rumah sakit, Maradona kembali menjalani pola gaya hidup sehat dan juga sudah lama bertobat untuk tidak lagi mengkonsumsi obat-obatan terlarang.

(aff/bay)