Kisah Robert Lewandowski yang Dulu Diremehkan Melulu

Afif Farhan - Sepakbola
Jumat, 18 Des 2020 14:20 WIB
MUNICH, GERMANY - DECEMBER 17: Robert Lewandowski of FC Bayern Muenchen gives an interview after the FIFA The BEST Awards ceremony on December 17, 2020 in Munich, Germany. Lewandowski was awarded as FIFA World Player 2020 on Thursday.  (Photo by Pool/Marco Donato-FC Bayern/Pool via Getty Images)
Kisah Robert Lewandowski yang Dulu Diremehkan Melulu (Marco Donato-FC Bayern/Pool via /Pool)
Munich -

Robert Lewandowski dari dulu selalu diremehkan. Lewat jalan panjang dan berliku, kini dirinya meraih kesuksesan di level tertinggi.

Musim 2019/2020 lalu, Robert Lewandowski adalah bintangnya Bayern Munich. Pemain asal Polandia itu mempersembahkan gelar Bundesliga, DFB-Pokal, dan Liga Champions. Awal musim ini, dia juga mampu meraih titel Piala Super Jerman dan Piala Super Eropa.

Dirinya juga mencetak 55 gol dan 10 assist dalam 47 laga. Perannya sebagai ujung tombak sulit digantikan, meski sudah berusia di atas kepala tiga.

Maka, FIFA Award 2020 dalam kategori pemain terbaik jatuh di tangannya. RL9, begitu julukannya, meraih nilai voting dari para perwakilan pelatih, perwakilan pemain, dan jurnalis sebanyak 52 angka, unggul dari Ronaldo (38) dan Messi (35).

MUNICH, GERMANY - DECEMBER 17: Robert Lewandowski of FC Bayern Muenchen poses after winning the FIFA Men's Player 2020 trophy during the FIFA The BEST Awards ceremony on December 17, 2020 in Munich, Germany. (Photo by Pool/Marco Donato-FC Bayern/Pool via Getty Images)Robert Lewandowski menangi titel Pemain Terbaik FIFA 2020 (Marco Donato-FC Bayern/Pool via /Pool)

BBC merangkum cerita perjalanan Robert Lewandowski yang bak from zero to hero. Seperti pesepakbola yang sukses lainnya, Lewandowski meraih banyak piala dan penghargaan individu lewat jalan yang tak mudah!

Di usia 17 tahun pada tahun 2005, sang ayah Krzysztof yang merupakan seorang juara Eropa di bidang judo meninggal dunia. Lewandowski begitu terpukul.

Apalagi, kala itu Lewandowski baru pindah dari Delta Warsawa, tim kecil di divisi keempat kompetisi sepakbola Polandia ke tim raksasa Legia. Secercah harapan muncul untuk bisa membuktikan dirinya sebagai pemain muda yang berpotensi, meski harus dimulai dari menghangatkan bangku cadangan

Sayangnya, Tuhan punya rencana lain. Lewandowski justru terpapar cedera lutut di sesi latihan. Itu membuatnya absen cukup lama, sehingga Legia tidak memasukan nama Lewandowski dalam rencananya.

Robert Lewandowski begitu terpukul. Bahkan, dirinya sempat tidak mau makan. Sang ibu, Iwona terus-menerus menyemangatinya dan setia membantunya.

Beberapa waktu kemudian, Lewandowski menerima panggilan dari klub divisi tiga Polandia, Znicz Pruszkow. Lewandowski pun diboyong dengan harga cuma 1.110 euro atau setara Rp 19 juta dan digaji 254 euro per bulan atau setara Rp 4,3 juta saja.

Lewandowski sempat diremehkan, tapi dirinya terus bekerja keras. Musim pertamanya, Lewandowski mampu mencetak 15 gol dan membawa Znicz Pruszkow promosi ke divisi dua.

Musim 2007/2008, Lewandowski lebih 'meledak' lagi. Di bawah asuhan pelatih Jacek Grembocki, Lewandowski terus berkembang yang mampu mencetak 21 gol dari 32 laga.

"Lewandowski adalah talenta besar. Dia pekerja keras, pantang menyerah, teknik bermain yang bagus, dan larinya kencang," ujar Jacek Grembocki.

Jacek Grembocki pun tak habis pikir, mengapa Legia sampai melepas Robert Lewandowski?

"Legia melakukan kesalahan besar. Mereka merasa sudah punya cukup striker bagus dan melepas Robert Lewandowski," tegasnya.

Sayangnya, Znicz Pruszkow di musim tersebut harus kembali turun kasta. Lewandoski yang sudah mencuri perhatian kembali didekati Legia.

Tapi di akhir bursa transfer pemain, Legia malah membeli Mikel Arruabarrena dari CD Tenerife karena dinilai lebih matang. Lewandowski pun akhirnya dipinang oleh Lech Poznan, rivalnya Legia di Liga Polandia.

Kembali, Lewandowski diremehkan...

(Halaman selanjutnya, bersinar bersama Lech Poznan dan sukses besar saat di Jerman)