Lawan Rasisme, Old Firm Derby Diwarnai Aksi Menolak Berlutut

Bayu Baskoro - Sepakbola
Senin, 22 Mar 2021 03:45 WIB
Aksi menolak berlutut di laga Celtic vs Rangers di Celtic Park, Minggu 21 Maret 2021, di Celtic Park, Glasgow.
Aksi menolak berlutut di laga Celtic vs Rangers. (Foto: dok. Rangers FC)
Glasgow -

Laga Old Firm Derby antara Celtic vs Rangers diwarnai aksi menolak berlutut. Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes atas rasisme yang menimpa Glen Kamara.

Duel dua tim papan atas Glasgow, Celtic vs Rangers, tersaji di pekan ke-32 Liga Skotlandia. Pertandingan digelar di Celtic Park, Minggu (21/3/2021) malam WIB.

Ada pemandangan berbeda tepat sebelum sepak mula berlangsung. Kedua tim memilih berdiri ketimbang berlutut ala dukungan gerakan Black Lives Matter.

Usut punya usut, kedua tim tersebut memilih berdiri sebagai bentuk dukungan kepada gelandang Rangers, Glen Kamara. Pemain Timnas Finlandia itu diduga mendapat serangan rasisme di laga Liga Europa kontra Slavia Praha, Jumat (22/3).

Selesai pertandingan yang dimenangkan Slavia Praha 2-0 tersebut, Kamara kabarnya mendapat hinaan berbau rasial dari bek Slavia Praha, Ondrej Kudela. Pemain Republik Ceko itu menghina Kamara dengan sebutan 'monyet sialan'.

Tindakan Kudela itu membuat geram para pemain Rangers yang langsung menghajarnya di lorong pemain. UEFA tengah melakukan penyelidikan atas dugaan rasisme kepada Kamara.

Manajer Rangers, Steven Gerrard, mengungkapkan jika aksi menolak berlutut di laga Old Firm Derby merupakan keputusan kolektif tim. Juara Liga Skotlandia 2020/2021 menegaskan akan selalu mendukung penuh Kamara.

"Kami tidak akan berlutut. Saya berbicara dengan kedua kapten saya kemarin dan mereka telah membuat keputusan kolektif, bahwasanya mereka akan berdiri berdampingan. Kami mendukungnya dan sebagai staf bakal mengikutinya," kata Gerrard, dikutip dari The Sun.

Sikap Rangers itu didukung penuh oleh Celtic, yang notabene adalah rival bebuyutannya. Manajer Celtic, John Kennedy, menyebut kasus yang menimpa Kamara adalah hal yang penting untuk disuarakan.

"Kami juga sama, sebab penting untuk semuanya saling berdampingan. Ini lebih besar dari sepakbola, tapi sepakbola punya peluang mengirimkan pesan yang kuat, sehingga kami akan melakukan hal yang sama dengan mereka," ujar Kennedy.

Laga Old Firm Derby berakhir dengan skor imbang 1-1. Celtic unggul lebih dulu via gol Mohamed Elyounoussi di menit ke-23, sebelum disamakan Rangers melalui Alfredo Morelos pada menit ke-38.



Simak Video "Rangers Juara Liga Skotlandia, Fan Berpesta"
[Gambas:Video 20detik]
(bay/mrp)