Denmark Memang Kalah, tapi Tetap Luar Biasa Membanggakan

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Minggu, 13 Jun 2021 11:35 WIB
Medics assist Denmarks Christian Eriksen after he collapsed on the pitch during the Euro 2020 soccer championship group B match between Denmark and Finland at Parken Stadium in Copenhagen, Saturday, June 12, 2021. (AP Photo/Martin Meissner, Pool)
Tim medis menangani Christian Eriksen yang kolaps di lapangan saat laga Denmark vs Finlandia. (Foto: AP/Martin Meissner)
Jakarta -

Denmark mengawali Piala Eropa 2020 dengan kekalahan dari Finlandia. Tapi di lapangan malam tadi, Denmark menunjukkan sepakbola lebih dari sekadar hasil-hasil.

Denmark kalah 0-1 saat menghadapi Finlandia di Parken Stadium, Kopenhagen, Sabtu (12/6/2021) malam WIB pada laga pertama Grup B Euro 2020. Satu-satunya gol itu dibuat oleh Joel Pohjanpalo di menit ke-60.

Pertandingan ini diwarnai insiden mengerikan di mana gelandang Denmark Christian Eriksen, tiba-tiba tumbang dan tak sadarkan diri. Beruntung para pemain dan wasit bergegas memanggil tim medis, sehingga Eriksen bisa ditangani dengan cepat.

Berkat kesigapan tim medis pula, Eriksen berhasil distabilkan kondisinya dan bisa dipindahkan ke rumah sakit. Pemain Inter Milan itu dalam kondisi sadar dan bisa berkomunikasi.

Namun insiden itu bikin pertandingan menjadi emosional. Sejumlah pemain Denmark tertangkap kamera menangis ketika Christian Eriksen tergeletak di lapangan. Mereka pun memutuskan untuk meminta penangguhan laga sampai mengetahui benar kondisi terbaru sang rekan.

"Pertama-tama, pertandingannya jadi emosional. Ini jadi malam yang berat. Kita semua diingatkan kembali akan hal terpenting di hidup ini: untuk punya hubungan yang berharga, orang-orang terdekat kita, keluarga dan teman-teman kita," ungkap Pelatih Denmark Kasper Hjulmand dikutip BBC.

"Kami punya sekumpulan pemain yang tak akan cukup saya puji. Saya tak bisa lebih bangga lagi dengan orang-orang yang saling menjaga satu sama lain dengan sebegitu baiknya."

"Dia adalah salah satu teman yang paling saya sayangi, para pemain berbicara di ruang ganti untuk memutuskan tidak melakukan apapun sebelum kami tahu Christian sadar dan baik-baik saja," imbuhnya.

Pertandingan pada prosesnya dilanjutkan setelah Denmark mengetahui Eriksen membaik dan sadar. Tapi biar bagaimanapun, insiden itu memengaruhi mereka.

Oleh karena itu, Hjulmand salut bahwa para pemain masih bisa melanjutkan laga. Para pemain masih mampu memberikan perlawanan alot kendati sebagian benar-benar terpukul secara mental.

"Kami punya dua pilihan untuk memainkan laga hari ini atau besok pada pukul 12 siang, dan semua orang setuju untuk bermain hari ini. Anda tak bisa memainkan laga dengan perasaan seperti ini," sambungnya.

"Kami mencoba untuk menang. Luar biasa bahwa mereka bisa masuk lapangan dan mencoba bermain di babak kedua. Sejujurnya, ada pemain yang benar-benar sudah terkuras. Terkuras dan lelah secara emosional," ujar pria 49 tahun itu.

Simak rangkuman keseruan Euro 2020/2021 di sini.

(raw/pur)