Duh, Mental Skuad Jerman Disebut seperti Bocah

Bayu Baskoro - Sepakbola
Rabu, 30 Jun 2021 20:25 WIB
LONDON, ENGLAND - JUNE 29: Antonio Ruediger of Germany is challenged by Bukayo Saka of England during the UEFA Euro 2020 Championship Round of 16 match between England and Germany at Wembley Stadium on June 29, 2021 in London, England. (Photo by Carl Recine - Pool/Getty Images)
Antonio Ruediger berteriak saat kalah duel dengan Bukayo Saka. (Foto: Getty Images/Carl Recine - Pool)
London -

Mantan gelandang serang Timnas Jerman, Mehmet Scholl, mengecam skuad Nationelf usai keok dari Inggris. Dia menyebut mental Antonio Ruediger dkk seperti bocah.

Jerman kelimpungan kala bertemu Inggris di babak 16 besar Piala Eropa 2020, Selasa (29/6/2021) malam WIB. Bermain di Stadion Wembley, Die Mannschaft menyerah 0-2.

Lini belakang Jerman tak kuasa menahan agresivitas serangan Inggris, khususnya di babak kedua. Dua gol pun bersarang di gawang Manuel Neuer lewat kaki Raheem Sterling pada menit ke-75, serta bola tandukkan Harry Kane empat menit sebelum waktu normal habis.

Selain kerepotan membendung lini serang Inggris, Jerman juga tak kuasa bangkit dari ketertinggalan. Alih-alih mencetak gol, Thomas Mueller dkk justru menyia-nyiakan peluang yang didapatkan dan gagal membobol gawang The Three Lions.

Penampilan Timnas Jerman di laga kontra Inggris mendapat kecaman keras dari mantan pemainnya, Mehmet Scholl. Peraih juara Piala Eropa 1996 itu menuding anak-anak asuh Joachim Loew hanya bisa merengek ketika ditekan lawan.

"Ketika segalanya berjalan ketat, mereka tidak bermain bagus. Yang ada mereka berteriak memanggil mama!" kata Scholl, dikutip dari Welt Fussball.

9 Oct 1999:  Mehmet Scholl of Germany makes a run during the European Championships Group 3 qualifier against Turkey at the Olympiastadion in Munich, Germany. The game ended goalless with Germany topping the group and Turkey claiming a play-off place.  Mandatory Credit: Gary M Prior/AllsportLegenda Timnas Jerman dan Bayern Munich, Mehmet Scholl. (Foto: Getty Images/Gary M. Prior)

Mental seperti anak-anak itu yang dikeluhkan Mehmet Scholl dari generasi Jerman saat ini. Dia berharap beberapa eks penggawa Nationelf seperti Bastian Schweinsteiger dan Philipp Lahm sesegera mungkin menularkan ilmu dan pengalaman kepada junior-juniornya.

"Mengapa menghabiskan waktu sebelas bulan berlatih di Cologne untuk menjadi pelatih? Beri mereka sertifikat dan struktur, kemudian lemparkan segera ke bisnis ini," ujarnya.

Simak rangkuman berita seputar Piala Eropa 2020 bersama detikcom di sini.

(bay/cas)