Lionel Messi: Tuhan Simpan Momen Copa America Ini untuk Saya

Afif Farhan - Sepakbola
Senin, 12 Jul 2021 12:50 WIB
RIO DE JANEIRO, BRAZIL - JULY 10: Lionel Messi of Argentina kisses the trophy as he celebrates with teammates after winning the final of Copa America Brazil 2021 between Brazil and Argentina at Maracana Stadium on July 10, 2021 in Rio de Janeiro, Brazil. (Photo by Alexandre Schneider/Getty Images)
Lionel Messi: Tuhan Simpan Momen Copa America Ini untuk Saya (Getty Images)
Rio De Janeiro -

Lionel Messi mampu membawa Argentina menjuarai Copa America 2021. Messi berterima kasih kepada Tuhan karena menyiapkan momen tersebut.

Argentina vs Brasil berlangsung dalam final Copa America 2021 di Stadion Maracana, Rio De Janeiro, Minggu (11/7) pagi WIB. Pertandingan berjalan ketat.

Argentina melepas enam tembakan, dengan dua yang mengarah ke gawang. Brasil melepas tembakan lebih banyak, 13 kali namun juga sama dengan hanya dua yang mengarah ke gawang.

Gol Angel di Maria pada menit ke-22 menjadi penentu. Sepakan chip-nya menjebol gawang Brasil dan skor 1-0 bertahan sampai akhir pertandingan.

Lionel Messi akhirnya bisa memberikan gelar juara untuk Argentina di kompetisi internasional. Copa America 2021 ini jadi trofi manis setelah dirinya tiga kali gagal di final.

"Saya akhirnya menyingkirkan 'duri-duri' karena tidak pernah memenangkan apa pun dengan tim nasional. Saya sudah dekat untuk waktu yang lama dan saya tahu itu akan terjadi suatu hari nanti," kata Messi setelah pertandingan seperti dilansir dari Marca.

RIO DE JANEIRO, BRAZIL - JULY 10: Lionel Messi of Argentina smiles with the trophy as he celebrates with teammates after winning the final of Copa America Brazil 2021 between Brazil and Argentina at Maracana Stadium on July 10, 2021 in Rio de Janeiro, Brazil. (Photo by Buda Mendes/Getty Images)Lionel Messi akhirnya angkat trofi buat Argentina (Getty Images/Buda Mendes)

Lionel Messi pun tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Tuhan. Sebab baginya, kemenangan Copa America 2021 ini begitu spesial karena berlangsung di Brasil yang merupakan musuh bebuyutan Argentina. Satu lagi, di stadion yang sama Argentina juga pernah gagal di final Piala Dunia 2014 silam.

"Saya bersyukur kepada Tuhan karena memberi saya momen ini melawan Brasil di final dan di negara mereka. Saya pikir Dia menyimpan momen ini untuk saya," terangnya.

"Tim ini pantas mendapatkannya, ini sesuatu yang spesial. Saya telah memimpikan ini berkali-kali. Saya mendedikasikannya untuk keluarga, istri, anak-anak, orang tua, saudara-saudara, dan yang telah menderita seperti saya atau lebih buruk di masa lalu," tutupnya.

(aff/krs)