Ini Jimat Keberuntungan Roberto Mancini saat Euro 2020

Lucas Aditya - Sepakbola
Rabu, 14 Jul 2021 14:00 WIB
ROME, ITALY - JUNE 20: Head coach Italy Roberto Mancini looks on during the UEFA Euro 2020 Championship Group A match between Italy and Wales at Olimpico Stadium on June 20, 2021 in Rome, Italy. (Photo by Claudio Villa/Getty Images)
Roberto Mancini mempunyai 'jimat' saat mengantarkan Italia juara Euro 2020. (Foto: Getty Images/Claudio Villa)
Jakarta -

Roberto Mancini sukses menjuarai Euro 2020. Sang anak, Andrea, mengungkap jimat keberuntungan pelatih 56 tahun itu hingga bisa membawa Gli Azzurri meraih trofi.

Italia meraih trofi Euro 2020 setelah menang adu penalti 3-2 atas Inggris. Dalam pertandingan di Wembley, Senin (12/7/2021) dini hari WIB, skor akhir 1-1 menjadi penghias papan skor saat Italia vs Inggris berlangsung 120 menit.

Dalam laga itu, Italia kebobolan lebih dulu pada menit kedua. Luke Shaw yang menyarangkan bola ke gawang Gianluigi Donnarumma. Leonardo Bonucci yang menjaringkan gol penama kedudukan Si Biru pada menit ke-67.

Di babak adu penalti, Italia sempat terjepit karena penendang kedua, Andrea Belotti, gagal. Sebelumnya, Domenico Berardi dan Harry Kane sama-sama memasukkan bola hingga skor 1-1.

Inggris unggul 2-1 setelah Harry Maguire menjaringkan bola. Setelah itu, 2 dari 3 eksekutor Italia sukses. Sementara 3 penendang sisa Inggris gagal.

Italia menambah gol di sisa adu penalti lewat Leonardo Bonucci dan Federico Benardeschi. Sementara eksekutor gagal di skuad Roberto Mancini ada Jorginho. Tiga penendang Inggris yang gagal ada Marcus Rashford, Jadon Sancho dan Bukayo Saka.

"Sebelum turnamen, saya dan saudara-saudara saya memberi dia sepatu kuda biru, bilang padanya bahwa itu akan membawa keberuntungan. Dia menyimpannya di tasnya," kata Andrea seperti dikabarkan oleh The Sun.

"Tiga tahun lalu dia menjadi satu-satunya orang yang percaya Italia bisa meraih hasil akhir ini," kata anak Roberto Mancini itu menambahkan.

Andrea juga mengungkap kekacauan di Wembley saat final Euro 2020 karena penonton tak bertiket. Tempat duduknya dikuasai oleh para penderobos itu.

"Ada kekacauan dengan penonton tak bertiket dan tempat duduk saya diambil, jadi saya harus menonton babak pertama dari tangga stadion," kata Andrea.

"Saya menemukan tempat lain di babak kedua. Mungkin itu membawa keberuntungan," kata dia menambahkan.

(cas/krs)