Demi Real Madrid, Mbappe 'Melawan' Orang Tua

Yanu Arifin - Sepakbola
Sabtu, 09 Okt 2021 08:20 WIB
PSGs Kylian Mbappe grimaces during the warm-up before the Champions League Group A soccer match between Paris Saint-Germain and Manchester City at the Parc des Princes in Paris, Tuesday, Sept. 28, 2021. (AP Photo/Christophe Ena)
Striker Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe. (Foto: Christophe Ena/AP)
Paris -

Kylian Mbappe sudah ngebet betul pindah ke Real Madrid. Sampai-sampai, ia mengabaikan saran kedua orang tuanya untuk bertahan di Paris Saint-Germain.

Mbappe nyaris pindah ke Madrid pada musim panas lalu. Striker 22 tahun itu sudah meminta hengkang dari PSG, di mana raksasa Liga Spanyol kabarnya juga sudah melayangkan penawaran 160 juta Euro atau Rp 2,7 triliun.

Dalam wawancaranya beberapa waktu lalu, Mbappe mengaku memang ingin pindah saat kontraknya tinggal tersisa setahun lagi. Alasannya adalah agar kedua belah pihak [Ia dan PSG] sama-sama diuntungkan.

Namun, PSG mempertahankannya. Alhasil, pemain muda Prancis itu tetap bertahan di Ligue 1.

Ibu Kylian Mbappe, Fayza Lamari, bercerita bagaimana anaknya ingin betul pindah ke Real Madrid. Meski disarankan bertahan sampai 2024, namun sang striker tak sabar, meski akhirnya tetap bertahan di Paris Saint-Germain.

"Ketika [Kylian] ingin pergi ke Real Madrid, ayahnya tidak menginginkannya dan saya berkata untuk menunggu sampai [Olimpiade] Paris 2024. Tetapi dia punya alasan dan kami mendukungnya," kata Lamari kepada Le Parisien.

"Empat tahun lalu, ketika dia memilih PSG, saya tidak ingin dia pergi. Saya takut, tetapi dia bersikeras dan kami membantunya."

"Ketika PSG memberi tahu kami dia bertahan, Ia [Kylian] mengatakan kepada saya, 'Ibu, apakah Anda sudah melihat dengan siapa saya akan bermain tahun ini? Untuk memenangkan gelar, yang terbaik adalah tetap bersama tim ini," katanya.

Lamari sedikit menyiratkan, bahwa Madrid memang kurang bersaing ketimbang PSG saat ini. Ia menyebut, jika bisa merekrut beberapa bintang lagi, maka Los Blancos bisa menjadi sangat menjanjikan untuk anaknya.

"Empat tahun lalu, Real Madrid lebih menarik daripada PSG, tetapi kami memilih Paris," kata Lamari.

"Musim panas ini, Kylian Mbappe memilih Real Madrid karena dia ingin berada di sana pada awalnya. Jika Anda menambahkan tiga atau empat pemain dalam empat tahun ke depan, Real Madrid ini bisa menjadi prospek yang sangat berbeda," ungkapnya.

(yna/raw)