Bonucci: Juara Euro Bikin Italia Tampil Penuh Tekanan

Putra Rusdi K - Sepakbola
Selasa, 16 Nov 2021 09:30 WIB
Belfast -

Leonardo Bonucci mengungkap Italia tampil penuh tekanan dan tanpa kegembiraan usai juara Euro 2020. Hal ini bikin mereka gagal lolos langsung ke Piala Dunia 2022.

Italia tertahan 0-0 di markas Irlandia Utara, Windsor Park, Belfast, pada laga Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2022, Selasa (16/11/2021) dini hari WIB. Hasil ini bikin Gli Azzurri gagal lolos langusung ke Piala Dunia 2022.

Ini terjadi karena Italia hanya finis di peringkat kedua Grup C dengan 16 angka. Posisi mereka di puncak klasemen diambil alih Swiss yang pada laga terakhir grup menang 4-0 dari Bulgaria.

Swiss berada di peringkat teratas Grup C dengan 18 angka dan berhak lolos ke Qatar. Sementara, Italia masih harus berjuang di babak play-off untuk menyusul Swiss.

Performa Italia memang menurun drastis sesudah menjuarai Piala Eropa 2020. Mereka hanya mampu menang sekali dari tujuh laga yang dilalui.

Pilar Italia, Leonardo Bonucci, mengungkap bahwa menjadi juara Piala Eropa 2020 memang menghadirkan tekanan kepada La Nazionale. Bonucci kini berharap Italia bisa menghilangkan semua tekanan tersebut dan bermain dengan lepas.

Menurutnya, bermain tanpa beban dan penuh kegembiraan adalah kunci Italia menjuarai Piala Eropa 2022. Bonucci ingin Italia bisa kembali tampil penuh kegembiraan pada laga play-off nanti yang digelar Maret 2022.

"Pikiran saya adalah hanya untuk Maret. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan, lihat saja Maret dengan pertandingan pertama yang sulit dan laga tiga hari kemudian," kata Bonucci kepada RAI Sport.

"Kami perlu mengisi ulang baterai, baik fisik maupun mental, menemukan kembali tekad dan kegembiraan dalam sepak bola kami yang kami miliki di Euro. Kami bermain sepak bola dengan kegembiraan melakukannya tanpa tekanan karena harus membuktikan sesuatu. Mungkin menjadi Juara Eropa secara tidak sadar telah mengubah sesuatu di sana."

"Kami perlu menghilangkan tekanan itu dan bermain dengan kebebasan, jika tidak, kami akan kesulitan menemukan diri kami sendiri," jelasnya.

(pur/rin)