ADVERTISEMENT

Ke Piala Dunia 2022, Denmark Sentil Qatar soal HAM

Yanu Arifin - Sepakbola
Kamis, 18 Nov 2021 14:15 WIB
Pada setiap gelaran sepakbola hampir selalu ada tim-tim yang kurang dijagokan namun mampu berbicara banyak di atas rumput hijau, salah satunya Timnas Denmark.
Timnas Denmark membawa isu HAM ke Piala Dunia 2022. (Foto: Getty Images)
Kopanhagen -

Timnas Denmark sudah memastikan lolos ke Piala Dunia 2022 tahun depan. Tim Dinamit akan menyentil tuan rumah Qatar soal isu pelanggaran Hak Asasi Manusia.

Piala Dunia 2022 akan digelar mulai 18 November tahun depan. Denmark menjadi salah satu tim yang sudah dipastikan lolos ke Qatar.

Menuju perhelatan akbar nanti, Denmark rupanya menyiapkan pesan khusus untuk tuan rumah Qatar. Adalah isu pelanggaran HAM yang akan disampaikan Denmark.

Qatar memang dituding melakukan pelanggaran HAM selama mengerjakan proyek Piala Dunia 2022. Yakni soal mengeksploitasi buruh, dari yang terkekang sistem kafala [sponsorship] hingga dibayar murah dan sampai tewas.

Timnas Denmark, seperti dilansir Sky Sports, akan coba membawa isu tersebut saat tampil di Piala Dunia 2022 Semifinalis Euro 2020 itu akan mengenakan jersey latihan khusus yang bertuliskan pesan-pesan Hak Asasi Manusia., yang ditujukan kepada Qatar.

Selain itu, Denmark juga akan teliti memilih penginapan dan layanan lainnya selama di Qatar. Mereka akan mencari fasilitas, yang mana perusahaannya menghormati hak-hak pekerja.

Asosiasi Sepakbola Denmark (DBU) juga mengatakan, akan membatasi jumlah perjalanan ke Qatar oleh staf dan pemain menjelang turnamen.]

"DBU telah lama sangat kritis terhadap Piala Dunia di Qatar, tetapi sekarang kami mengintensifkan upaya dan dialog kritis kami lebih lanjut, sehingga kami memanfaatkan fakta bahwa kami memenuhi syarat untuk bekerja, agar ada lebih banyak perubahan di negara ini," kata Jacob Jensen, direktur pelaksana DBU.

Isu pelanggaran HAM yang di Piala Dunia 2022 disampaikan Amnesty International, dalam laporan bertajuk Reality Check 2021 setebal 48 halaman. Disebutkan, masih banyak buruh yang terjebak di Qatar, dibayar murah, sampai tewas.

Pemerintah Qatar kemudian meresponsnya. Mereka membantah mengeksploitasi buruh, kendati mengakui sistem Undang-Undang Pekerjanya masih terus diperbaiki.

(yna/aff)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT