Evra Tuding Rasisme Gagalkan Mendy Raih Lev Yashin Award

Bayu Baskoro - Sepakbola
Rabu, 01 Des 2021 18:33 WIB
LONDON, ENGLAND - SEPTEMBER 14: Edouard Mendy of Chelsea looks on during the UEFA Champions League group H match between Chelsea FC and Zenit St. Petersburg at Stamford Bridge on September 14, 2021 in London, England. (Photo by Catherine Ivill/Getty Images)
Edouard Mendy gagal merebut Lev Yashin Award 2021. (Foto: Getty Images/Catherine Ivill)
Paris -

Patrice Evra menyoroti kegagalan Edouard Mendy meraih Lev Yashin Award. Legenda Manchester United itu menuding ada motif rasisme di balik itu.

Lev Yashin Award adalah penghargaan bergengsi untuk kiper terbaik dunia. Penghargaan yang digagas France Football ini merupakan bagian dari ajang Ballon d'Or.

Mendy masuk ke dalam 10 kandidat peraih Lev Yashin Award 2021. Kiper asal Senegal itu dinilai sebagai yang terbaik di dunia berkat performa gemilangnya bersama Chelsea.

Edouard Mendy total membuat 23 clean sheet dalam 43 penampilan di Liga Inggris sejak dibeli Chelsea pada 2020. Dia juga mengantarkan The Blues juara Liga Champions 2020 dengan catatan sembilan nirbobol dan hanya tiga kali kebobolan sepanjang turnamen.

Pencapaian top yang diraih Mendy rupanya belum cukup mengantarkannya meraih trofi Lev Yashin Award 2021. Gelar tersebut jatuh kepada kiper Paris Saint-Germain, Gianluigi Donnarumma.

Donnarumma berhasil menyabet trofi Euro 2020 saat membela Timnas Italia. Dia juga dinobatkan sebagai kiper terbaik 2021 oleh International Federation of Football History and Statistic (IFFHS).

Kegagalan Mendy mendapat trofi Lev Yashin Award mendapat sorotan tajam Patrice Evra. Pria Prancis berdarah Senegal itu menuding Mendy tidak mendapat suara terbanyak lantaran berasal dari Afrika.

"Bagaimana dengan Edouard Mendy? Anda tahu, tapi tentu saja, Piala Afrika, kami adalah monyet jadi tidak ada yang menghormati kompetisi ini," kata Patrice Evra dalam unggahan di Instagram, Selasa (30/11/2021).

""Kami adalah satu-satunya kompetisi di mana anda harus meninggalkan klub Anda, pergi selama tiga minggu dan memainkan piala itu karena di Afrika kami selalu memiliki sedikit ruang. Tapi segalanya akan berubah, segalanya akan berubah," ujarnya.

(bay/aff)