Prostitusi Bikin Polisi Jerman Kerja Ekstra
Jumat, 28 Apr 2006 00:57 WIB
Jakarta - Polisi Jerman dipastikan harus lebih berkerja keras saat digelarnya Piala Dunia. Bukan masalah keributan suporter yang akan ditangani, tapi masalah prostitusi. Lho. Piala Dunia mendatang tidak hanya masalah bola yang akan dihadapi Kepolisian Jerman. Datangnya ribuan orang masuk ke Jerman, membuka peluang meluasnya praktek prostitusi. Bisnis lampu merah juga melihat peluang emas di pesta bola ini. Permintaandiperkirakan akan meningkat karena pria-pria hidung belang dari berbagai negara yang masuk ke Jerman tentunya tak bisa melupakan urusan ranjang. Dimana ada permintaan, disitu ada penawaran. Prinsip ekonomi ini yang dipegang para pebisnis esek-esek di piala dunia kali ini. Ada kemungkinan mereka akan mendatangkan wanita penghibur dari negara lain ke Jerman untuk memenuhi peningkatan permintaan. Kepolisian Jerman berusaha mengantisipasi hal ini karena bisa saja mendorong perdagangan manusia (baca: perempuan) untuk memenuhi permintaan tersebut. Polisi Jerman juga bekerja sama dengan Polisi Uni Eropa untuk mencegah hal ini. "Saya yakin Kepolisian Jerman melakukan persiapan cukup bagus untuk mengatasi ancaman ini...karena jumlah gadis-gadis muda yang dipaksa untuk menjadi wanita penghibur meningkat," ujar Franco Frattini, Komisaris Keadilan Uni Eropa, Kamis (27/04/2006). Tindakan ini didukung dengan dibentuknya suatu rancangan peraturan yang dibuat Kementrian Uni Eropa. Kehadiran suatu undang-undang tentunya akan memperkuat langkah Kepolisian Jerman."Dewan Uni Eropa mendukung segala tindakan yang diambil oleh Jerman yang berhubungan dengan Piala Dunia 2006 dan Jerman segera memberikan laporan atas kejadian yang ada selepas piala dunia" tertulis di rancangan tersebut. Federasi Sepakbola Jerman (DFB) dan Dewan Nasional Organisasi Wanita Jerman mendukung kampanye ini. Swedia, bahkan, memberikan tekanan lebih pada Jerman lewat Menteri Keadilan Thomas Bodstrom, untuk lebih memperkuat rancangan peraturan tersebut. Badan Ombudsman Swedia untuk Keadilan Seksual awal bulan ini telah meminta pada DFB untuk melakukan protes atas merambaknya jumlah rumah bordil menjelang Piala Dunia. Namun langkah ini tidak terlalu mendapat dukungan dari Federasi Sepakbola Swedia. (key/)











































