Nestapa Bnei Sakhnin, 'Klub Palestina' di Liga Israel

Yanu Arifin - Sepakbola
Sabtu, 04 Des 2021 06:30 WIB
RAMAT GAN, ISRAEL - MAY 18:  (ISRAEL OUT)  Supporters of the Israeli Arab soccer team Bnei Sakhnin celebrate during their teams historic match against Hapoel Haifa in the State Cup final at the National Stadium May 18, 2004 in Ramat Gan, Israel. No Arab team has ever won a major trophy in Israel and Sakhnin has already made history just by making it to the final.  (Photo by Uriel Sinai/Getty Images)
Suporter Bnei Sakhnin. (Foto: Uriel Sinai/Getty Images)
Sakhnin -

Nasib miris dialami klub Bnei Sakhnin. Klub kebanggaan warga Palestina itu baru dihukum kementerian Israel: lisensi stadionnya ditutup!

Dilansir Middle East Eye, Bnei Sakhnin harus kehilangan stadionnya, Stadion Doha, karena ditutup permanen oleh Kementerian Ekonomi dan Industri Israel. Pemeritah mencabut lisensi stadionnya karena alasan kepenuhan.

Itu terjadi setelah Bnei Sakhnin mengalahkan Beitar Jerusalem, rival beratnya, dalam pertandingan Liga Utama Israel, Rabu (1/12/2021). Dalam laga itu, tuan rumah dinilai melanggar ketentuan batas maksimal jumlah suporter.

Bnei Sakhnin cuma diizinkan membawa 5.388 penonton, dari total 7.414 kursi Stadion Doha. Namun, pemerintah menyebut bahwa klub Arab itu membawa 7.000 pendukungnya, saat mengalahkan Beitar Jerusalem 2-0, di mana lawannya cuma membawa hampir 500 penonton.

"Kami menganggap serius pelanggaran terhadap kondisi yang kami tetapkan dalam persetujuan kami untuk izin usaha stadion," kata kementerian dalam sebuah pernyataan.

Keputusan itu dikecam pihak Komite Tindak Lanjut Arab, sebuah organisasi dari faksi-faksi yang mewakili warga Palestina di Israel. Keputusan pemerintah dinilai sebagai 'langkah politik'.

Komite Tinggi Arab juga mengecam perlakukan Kepolisian Israel, yang disebut menyerang suporter Bnei Sakhnin di laga kemarin. Polisi disebut menembakkan gas air mata dan granat kejut ke suporter di dekat pemukiman sekitar Stadion Doha.
Mohammed Abu Younis, Presiden Bnei Sakhnin, mengecam keras keputusan Pemerintah Israel yang menutup Stadion Doha. Ia menyebut pemerintah hendak menjadikan stadion layaknya penjara.

"Apakah mereka ingin mengubah Stadion Doha menjadi penjara? Kami akan pergi ke pengadilan untuk membatalkan keputusan ini. Saya berjanji, kami tidak akan diam dan melawan keputusan itu dengan cara apa pun yang memungkinkan," katanya.

Bnei Sakhnin sendiri adalah klub perwakilan Arab-Israel di Liga Israel. Mayoritas pendukungnya adalah warga Palestina yang berada di wilayah Israel.

Berdiri pada 1991, klub itu kembali promosi ke Liga Utama Israel dua tahun lalu. Musim ini, Bnei Sakhnin sedang tampil bagus dengan berada di posisi ketiga klasemen, saat Beitar Jerusalem di posisi ke-10.

Bnei Sakhnin menjadi klub tersukses milik warga Arab di Israel, dengan pernah merebut gelar Piala Negara 2004. Lawan beratnya adalah Beitar Jerusalem, yang dikenal punya suporter fanatik dan rasis, di mana kerap menyanyikan lagu anti-Palestina di tribune.

Simak juga vdeo 'Polisi Palestina Selamatkan 2 Warga Israel':

[Gambas:Video 20detik]



(yna/adp)