Eric Cantona Kecam Qatar, Ogah Nonton Piala Dunia 2022

Bayu Baskoro - Sepakbola
Kamis, 13 Jan 2022 10:30 WIB
ROME, ITALY - OCTOBER 19:  Eric Cantona walks the red carpet for Mad Kings during the 10th Rome Film Fest at Auditorium Parco Della Musica on October 19, 2015 in Rome, Italy.  (Photo by Vittorio Zunino Celotto/Getty Images)
Legenda Manchester United, Eric Cantona. (Foto: Vittorio Zunino Celotto/Getty Images)
Jakarta -

Eric Cantona mengecam perlakuan Qatar kepada para pekerja pembangunan stadion Piala Dunia 2022. King Eric berikrar tak mau menonton turnamen akbar tersebut.

Qatar sedang membangun total tujuh stadion baru untuk persiapan Piala Dunia 2022. Ribuan tenaga kerja migran, khususnya dari negara-negara Asia Selatan, didatangkan sebagai pekerja proyek infrastruktur.

Berbagai pelanggaran HAM kepada para pekerja dituding dilakukan Qatar selama pengerjaan proyek tersebut. Mulai dari tak diberikan gaji dan fasilitas yang layak, hingga tingginya kematian di tempat kerja.

Sebanyak 6.500 pekerja migran diklaim sudah tewas sejak 6.500 pekerja migran diklaim sudah tewas sejak pembangunan pertama sarana Piala Dunia 2022. Pihak Qatar membantah klaim tersebut dan menyebut hanya tiga pekerja saja yang meninggal saat bekerja.

Eric Cantona menjadi sosok yang vokal terkait persiapan menjelang Piala Dunia Qatar 2022. Legenda Manchester United itu menilai Qatar sudah melakukan hal yang 'mengerikan' kepada para pekerja.

Tidak hanya itu, Cantona juga menilai penyelenggaraan Piala Dunia 2022 di Qatar hanya bertujuan mencari keuntungan saja. Negara di Timur Tengah itu disebutnya bukan tempat yang potensial untuk sepakbola bisa berkembang.

"Sejujurnya, saya tidak terlalu peduli dengan Piala Dunia berikutnya, yang bukan Piala Dunia nyata bagi saya. Dalam beberapa dekade terakhir, Anda memiliki banyak acara seperti Olimpiade atau Piala Dunia di negara-negara yang sedang berkembang - seperti di Rusia atau China," kata Cantona, dilansir dari Daily Mail.

"Tapi Qatar - ini bukan negara sepak bola. Saya tidak menentang gagasan menjadi tuan rumah Piala Dunia di negara di mana ada kemungkinan untuk mengembangkan dan mempromosikan sepak bola, seperti di Afrika Selatan atau Amerika Serikat pada tahun 90-an," dia menambahkan.

"Sepak bola adalah olahraga feminin paling populer di Amerika Serikat, ada banyak imigrasi Amerika Selatan, dan potensi besar untuk olahraga ini berkembang. Sepakbola sekarang menjadi yang paling banyak dilisensikan orang-orang di America Serikat,".

Jelang Piala Dunia 2022, Qatar Siapkan Deretan Stadion Mewah IniRibuan pekerja diklaim tewas selama pembangunan infrastruktur Piala Dunia Qatar 2022. (Foto: Getty Images)

"Namun di Qatar, kalo boleh jujur tidak ada potensi seperti itu di sana. Saya rasa semuanya cuma soal uang. Ini hanya tentang uang dan bagaimana mereka memperlakukan para pekerja yang membangun stadion itu mengerikan,".

"Ribuan orang tewas dan kita akan menyelenggarakan Piala Dunia. Secara pribadi, saya tidak mau menonton ajang itu. Saya paham sepakbola adalah bisnis, satu-satunya tempat di mana orang-orang bisa mendapat kesempatan," demikian kata Eric Cantona.



Simak Video "Arti Nama La'eeb Si Maskot Piala Dunia Qatar 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(bay/yna)