ADVERTISEMENT

Jeritan Hati Kapten Timnas Rusia Usai Dihujat Pemain Ukraina

Randy Prasatya - Sepakbola
Kamis, 03 Mar 2022 08:20 WIB
COPENHAGEN, DENMARK - JUNE 21: (L - R) Igor Diveev, Artem Dzyuba and Maksim Mukhin of Russia look dejected after the Denmark fourth goal scored by Joakim Maehle during the UEFA Euro 2020 Championship Group B match between Russia and Denmark at Parken Stadium on June 21, 2021 in Copenhagen, Denmark. (Photo by Wolfgang Rattay - Pool/Getty Images)
Artem Dzyuba (tengah) menjadi kapten Timnas Rusia. (Foto: Getty Images/Wolfgang Rattay - Pool)
Jakarta -

Kapten Timnas Rusia, Artem Dzyuba, dihujat pemain Ukraina karena bungkam soal agresi militer tanah kelahirannya. Dzyuba kini menjelaskan alasannya tak mau berkomentar.

Rusia membombardir Ukraina sejak sepekan lalu, yang membuat hampir seluruh negara marah besar. Sanksi ekonomi dijatuhkan berbagai negara terhadap Rusia dan individu-individu yang dekat dengan pemerintahan presiden Vladimir Putin.

Banyak pihak sudah mengutuk keras serangan Rusia ke Ukraina. Di dunia sepakbola, FIFA dan UEFA bahkan mengucilkan Rusia.

Nah, tak sedikit pesepakbola asal Ukraina turut marah kepada pemain dari Rusia yang cuma diam terhadap aksi tersebut. Andriy Yarmolenko dan Vitaliy Mykolenko menyerang Dzyuba selaku kapten Timnas Rusia karena tidak bersuara sama sekali.

Setelah terus ditekan, Dzyuba akhirnya menjelaskan kenapa dirinya masih belum mau berkomentar soal agresi militer Rusia ke Ukraina. Dia mengaku bukan orang yang memiliki kapasitas untuk bicara hal tersebut, namun tetap menegaskan bahwa perang adalah sesuatu yang mengerikan.

"Sampai saat ini, saya tidak ingin berbicara tentang topik peristiwa di Ukraina," tulis Dzyuba di akun Instagram pribadinya.

"Saya tidak mau, bukan karena saya takut, tetapi karena saya bukan ahli politik, saya tidak pernah masuk dan tidak berniat (tidak seperti sejumlah besar ilmuwan politik dan ahli virus yang baru-baru ini muncul di Internet)."

"Perang itu menakutkan. Tetapi saya dikejutkan oleh agresi dan kebencian manusia, yang setiap hari skalanya makin membesar."

"Saya menentang diskriminasi berdasarkan kebangsaan. Saya tidak malu bahwa saya orang Rusia. Saya bangga menjadi orang Rusia. Saya tidak mengerti mengapa atlet harus menderita sekarang."

"Saya menentang standar ganda. Mengapa seseorang dapat melakukan segalanya, dan mereka mengorbankan kami semua. Mengapa semua orang berteriak tentang olahraga agar tidak dicampuri ke politik, tapi pada kesempatan pertama, ketika menyangkut Rusia, prinsip ini benar-benar dilupakan?"

"Sekali lagi, perang itu menakutkan. Dalam situasi kalut, orang menunjukkan esensi mereka, terkadang negatif. Betapa banyak kemarahan dan cacian diberikan pada semua orang Rusia, terlepas dari posisi dan profesi mereka. Ribuan orang yang menulis hinaan dan ancaman itu."

"Perang akan berakhir, tetapi hubungan antar manusia akan tetap ada. Itu tidak akan hilang."

"Untuk beberapa kolega yang duduk nyaman di rumah-rumah mewah di Inggris dan mengatakan hal-hal buruk: Itu tidak bisa menyinggung kami, kami memahami segalanya!" Dzyuba mengakhiri.

Simak juga 'Saat AS-NATO Sepakat Ogah Perang dengan Rusia di Ukraina':

[Gambas:Video 20detik]



(ran/raw)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT