Verratti: Tolong Jangan Cemooh Pemain Italia

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Minggu, 27 Mar 2022 14:30 WIB
PALERMO, ITALY - MARCH 24: Marco Verratti of Italy in action during the 2022 FIFA World Cup Qualifier knockout round play-off match between Italy and North Macedonia at Friends arena on March 24, 2022 in Palermo, Italy. (Photo by Claudio Villa/Getty Images)
Marco Verratti minta pemain Italia jangan dicemooh (Getty Images/Claudio Villa)
Florence -

Marco Verratti paham kekecewaan fans Italia karena kegagalan timnas lolos ke Piala Dunia 2022. Tapi, fans diminta jangan mencemooh pemain yang sudah berjuang semaksimal mungkin.

Italia mendapat mimpi buruk dalam upayanya merebut tiket ke Qatar melalui babak playoff. Pada laga semifinal di Renzo Barbera, Jumat (25/3/2022) dini hari WIB kemarin, mereka kalah 0-1 dari Makedonia Utara.

Italia sebagai juara Eropa pun harus gigit jari menerima kenyataan bahwa mereka gagal lolos lagi ke Piala Dunia untuk dua edisi beruntun. Pada 2018, Italia juga gagal di fase playoff.

Para pemain pun tentu merasa kecewa dengan hasil ini mengingat mereka belum lama berpesta usai menjuarai Euro 2022. Meski demikian, para pemain tidak boleh berlarut dalam kekecewaan.

Mereka diminta tetap tegar dan menatap ke depan demi membayar kekecewaan ini.

"Ketika Anda menang, mudah rasanya berterima kasih kepada siapapun. Saya ingin melakukannya hari ini setelah Italia tersingkir dan membuat para pemain tidak bisa merasakan Piala Dunia, terutama kepada seluruh fans di dunia," ujar Verratti di akun instagramnya.

"Saya ingin berterima kasih kepada semuanya, staf, pemain, dan semua yang bekerja dengan semangat serta antusias di timnas. Sayangnya dalam sepakbola dan kehidupan, tidak semuanya berjalan sesuai keinginan, misi, dan mimpi Anda."

Verratti tahu bahwa fans jadi pihak yang paling kecewa melihat penampilan para pemain. Boleh jadi para pemain Italia akan mendapat siulan serta ejekan saat mereka melakoni "laga hiburan" kontra Turki beberapa hari lagi.

Namun, Marco Verratti meminta fans jangan melakukan itu, alih-alih mendukung pemain agar bisa lekas bangkit.

"Yang terakhir: Saya rasa tidak pas untuk mencemooh semua pemain, karena kami semua sudah berupaya semaksimal mungkin (sayangnya itu tidak cukup).

"Terakhir, tolong jangan cemooh para pemain muda, kalau mau silakan cemooh kami, para pemain senior, karena terkadang Anda lupa kalau kami juga cuma manusia biasa, seperti Anda dan juga emosional."

(mrp/cas)