ADVERTISEMENT

Tak Mudah Memperlakukan Eriksen Seperti 'Pemain Normal'

Adhi Prasetya - Sepakbola
Senin, 28 Mar 2022 10:50 WIB
AMSTERDAM, NETHERLANDS - MARCH 26: Christian Eriksen of Denmark applauds fans after their sides defeat during the International Friendly match between Netherlands and Denmark at Johan Cruijff Arena on March 26, 2022 in Amsterdam, Netherlands.  (Photo by Dean Mouhtaropoulos/Getty Images)
Eriksen sudah kembali membela Timnas Denmark. Foto: Getty Images/Dean Mouhtaropoulos
Jakarta -

Christian Eriksen meminta agar diperlakukan normal layaknya pemain lain di lapangan. Namun insting manusiawi para pesepakbola membuat segalanya serba salah.

Eriksen baru bermain lagi di laga kompetitif pada Februari lalu, delapan bulan setelah mengalami henti jantung di Piala Eropa dan harus menjalani perawatan. Untuk itu, ia pun harus meninggalkan Inter Milan dan pindah ke Brentford.

Sebab, Italia melarang atlet yang menggunakan Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD) untuk tampil di kompetisi profesional. Sedangkan aturan seperti itu tak berlaku di negara-negara lain di Eropa.

Sejak ia comeback, ada saja momen unik yang mengelilinginya. Dalam laga melawan Norwich City pada 5 Maret lalu misalnya, Brandon Williams marah dan sempat mendorong Eriksen seusai dijatuhkan saat menggiring bola.

Namun amarah pemain pinjaman dari Manchester United itu langsung hilang saat menyadari Eriksen-lah yang menjatuhkannya. Ia bahkan langsung memeluknya sambil tersenyum.

"Baginya, bisa kembali ke lapangan dan terlibat dalam permainan adalah sesuatu yang spesial. Saya merasa dia butuh sebuah pelukan," kata Williams kepada Football Daily mengenai aksi yang dilakukannya tersebut.

NORWICH, ENGLAND - MARCH 05: Brandon Williams of Norwich City collides with Christian Eriksen of Brentford during the Premier League match between Norwich City and Brentford at Carrow Road on March 05, 2022 in Norwich, England. (Photo by Julian Finney/Getty Images)Momen ketika Williams terjatuh karena Eriksen, namun batal marah. Foto: Getty Images/Julian Finney

Tak sampai tiga pekan berselang, Eriksen mencetak gol pertamanya sejak comeback saat membela Denmark di laga uji coba melawan Belanda pada 26 Maret. Denmark tumbang 2-4, namun sorotan lebih banyak tertuju kepada gelandang 30 tahun itu.

Bek Juventus dan Timnas Belanda, Matthijs de Ligt pun mengaku seusai laga melawan Denmark bahwa tak mudah menjaga Eriksen. Bukannya tak bisa, namun seperti muncul rasa iba.

"Tak mudah untuk menekel Eriksen, saya merinding ketika dia masuk ke lapangan. Kami memang pemain profesional, tapi juga manusia," ujar de Ligt, dikutip Football Italia.

Eriksen, De LigtMomen ketika De Ligt (3) harus menjaga Eriksen. Foto: Marcel ter Bals/BSR Agency/Getty Images

"Dalam momen semacam itu, kamu harus fokus bermain, tetapi jelas bahwa kami semua senang Christian kembali bermain di level ini," jelas de Ligt.

Sebelum kembali ke lapangan, Eriksen pernah mengatakan bahwa dirinya ingin diperlakukan normal. Anggap saja dirinya seperti pemain lawan yang harus dihentikan dalam setiap pergerakannya.

"Saya berharap mereka memperlakukan saya seperti orang lain, saya telah diberi lampu hijau. Orang-orang tidak perlu khawatir tentang saya sebagai pribadi atau sebagai pemain," kata Eriksen pada Februari lalu.

(adp/aff)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT