Selamat Tinggal Sanchez dkk, Generasi Emas Chile Sudah Habis

ADVERTISEMENT

Selamat Tinggal Sanchez dkk, Generasi Emas Chile Sudah Habis

Adhi Prasetya - Sepakbola
Kamis, 31 Mar 2022 04:00 WIB
SANTIAGO, CHILE - MARCH 29: Alexis Sanchez of Chile reacts after loses the FIFA World Cup Qatar 2022 qualification match between Chile and Uruguay at Estadio San Carlos de Apoquindo on March 29, 2022 in Santiago, Chile. (Photo by Marcelo Hernandez/Getty Images)
Sanchez terdiam usai Chile dipastikan gagal ke Piala Dunia 2022. Foto: Getty Images/Marcelo Hernandez
Jakarta -

Chile dua kali beruntun gagal melangkah ke Piala Dunia. Generasi emas La Roja pun dinilai sudah habis.

Chile dipastikan absen di Piala Dunia 2022 usai takluk 0-2 dari Uruguay di laga terakhir Kualifikasi zona CONMEBOL, Rabu (30/3/2022) WIB. Mereka hanya finis di posisi ketujuh dengan 19 poin.

Cerita ini mengulang mimpi buruk pada 2018 silam. Chile juga tak berangkat ke Rusia kala itu karena tak lolos, bahkan lebih tragis karena hanya kalah selisih gol dari Peru.

Absennya Chile di Piala Dunia menandai berakhirnya sebuah generasi emas. Terlalu lama mengandalkan wajah-wajah senior nyatanya berakibat buruk.

Pada era 2014-2016, Chile pernah menjadi tim yang ditakuti di Amerika Selatan. Cuma kalah adu penalti dari Brasil di Piala Dunia 2014, mereka kemudian menjadi juara Copa America sebanyak dua kali beruntun.

Pada edisi 2015 dan 2016, mereka berhasil mengalahkan Argentina dua kali di babak final. Gelar yang terakhir bahkan sempat membuat Lionel Messi pensiun sementara dari Tim Tango.

Namun itu masa lalu. Saat gagal lolos ke Piala Dunia 2018, publik mungkin masih mengira bahwa itu hanya nasib sial saja. Namun ketika kembali dipastikan gagal ke Piala Dunia 2022, pastilah ada yang tak beres.

Alexis Sanchez, Arturo Vidal, Claudio Bravo, Charles Aranguiz, Mauricio Isla, Eduardo Vargas, sampai Gary Medel semua sudah berusia minimal 32 tahun. Piala Dunia 2026 tampak tak bisa lagi mereka jangkau.

Surat kabar Chile, La Tercera, bahkan menulis "tak bisa dipungkiri, inilah akhir dari generasi emas Chile, akhir dari sebuah siklus." Suka tak suka, begitulah kenyataannya.

Jun 26, 2016; East Rutherford, NJ, USA; Chile forward Alexis Sanchez (7) kisses the championship trophy after winning the championship match of the 2016 Copa America Centenario soccer tournament against Argentina at MetLife Stadium. Chile defeated Argentina 0-0 (4-2). Mandatory Credit: Brad Penner-USA TODAY SportsChile saat menjuarai Copa America 2016. Foto: Reuters/Brad Penner

Chile perlu segera berbenah. Wajah-wajah yang baru dan bertenaga lebih diperlukan dalam regenerasi. Ben Brereton adalah salah satu contoh yang bagus. Stiker berdarah Inggris itu sudah mencetak empat gol dalam 12 laga.

Namun itu saja tak cukup. Chile harus memastikan semua posisi memiliki tempat untuk berkembang, dan tak lagi bergantung pada pemain senior semata.

Dua kali kegagalan tampil di Piala Dunia tak perlu diperpanjang, apalagi mengingat Piala Dunia 2026 akan digelar di benua Amerika. Generasi emas yang lama dinilai sudah berakhir, waktunya membangun generasi emas yang baru.

(adp/bay)

ADVERTISEMENT