Mbappe Condong ke Madrid Ketimbang Bertahan di PSG

Adhi Prasetya - Sepakbola
Rabu, 18 Mei 2022 09:30 WIB
MONTPELLIER, FRANCE - MAY 14: Kylian Mbappe of PSG during the Ligue 1 Uber Eats match between Montpellier HSC (MHSC) and Paris Saint Germain (PSG) at Stade de la Mosson on May 14, 2022 in Montpellier, France. (Photo by John Berry/Getty Images)
Mbappe dinilai condong pindah ke Madrid musim depan. Foto: Getty Images/John Berry
Jakarta -

Guyuran uang melimpah dari Paris Saint-Germain tampaknya tak akan mampu membuat Kylian Mbappe bertahan. Penyerang 23 tahun itu dikabarkan akan mengumumkan kepindahannya ke Real Madrid.

Laporan jurnalis Spanyol, Guillem Balague untuk BBC menyebut pengumuman tersebut akan dilakukan Mbappe dalam waktu dekat, kemungkinan sebelum bergabung dengan Timnas Prancis untuk persiapan menjalani UEFA Nations League yang digelar awal Juni.

Kesepakatan personal antara Madrid dan Mbappe sudah terjalin, dan yang masih perlu diselesaikan adalah persoalan terkait hak citra sang pemain dan segala yang berkaitan dengan kontrak. Bayaran 150 juta Euro di muka jika bertahan di Paris tampak tak menggoyahkan hati Mbappe.

Masih menurut Balague, juara Liga Spanyol itu percaya diri saat Mbappe mengumumkan masa depannya, dia akan mengatakan dirinya bergabung dengan Real Madrid, bukan bertahan di PSG. Los Blancos juga tak khawatir dengan setiap pemberitaan Mbappe yang menjurus bertahan di PSG.

Hal senada dilaporkan Sky Sports. Selain konsesi hak citra dan bayaran di muka atas komitmen bertahan, PSG juga menawarkan gaji sekitar 4 juta Pound per bulan plus bonus gol, bonus menang Ballon d'Or, dan bonus prestasi di Liga Champions.

Namun tetap saja masa depan Mbappe saat ini condong ke Santiago Bernabeu. Uang segunung yang dijanjikan untuknya tak menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan.

Mbappe diyakini lebih memilih tempat di mana dirinya bisa berkembang. Madrid baru saja menjadi juara Liga Spanyol dengan budget transfer yang tak minim, serta berpeluang memenangi Liga Champions di akhir Mei. Semua itu lebih mentereng dari capaian PSG musim ini.

Selain itu, kubu Mbappe juga masih kesal dengan sikap PSG yang menahan-menahan sang pemain, tapi ujung-ujungnya menyudutkan pria berdarah Kamerun-Aljazair tersebut.

Hal ini berkaitan dengan bursa transfer musim panas tahun lalu. Mbappe sejak akhir Juli sudah meminta dilepas oleh PSG, agar klub kota kelahirannya itu bisa mendapat uang dari penjualan pemain. Namun yang digambarkan kepada publik adalah Mbappe baru meminta pindah di pekan terakhir jendela transfer.

PSG juga mengatakan bahwa Madrid tak pernah mengajukan penawaran resmi senilai 180 juta Pound yang diminta oleh Les Parisiens. Padahal menurut sumber internal Mbappe dan juga Madrid, tawaran itu sudah diajukan secara resmi dan akan dibayar dalam dua tahap.

Jika Mbappe jadi pindah ke Madrid di musim panas nanti, maka PSG tak akan mendapat apa-apa karena kontraknya sudah habis per 30 Juni 2022.

(adp/adp)