ADVERTISEMENT

Mbappe Soal Hampir Pensiun dari Timnas: Karena Rasisme, Bukan Gagal Penalti

Novitasari Dewi Salusi - Sepakbola
Senin, 20 Jun 2022 23:10 WIB
PARIS, FRANCE - JUNE 03: Kylian Mabppe of Team France react after his injury during the UEFA Nations League League A Group 1 match between France and Denmark at Stade de France on June 03, 2022 in Paris, France. (Photo by Xavier Laine/Getty Images)
Kylian Mbappe sempat mempertimbangkan mundur dari timnas Prancis usai Euro 2020 (Foto: Xavier Laine/Getty Images)
Jakarta -

Kylian Mbappe membantah klaim soal penyebab ia hampir pensiun dari timnas Prancis usai Euro 2020. Mbappe menyebut ada masalah rasisme.

Presiden Federasi Sepakbola Prancis (FFF), Noel Le Graet, baru-baru ini mengungkap bahwa Mbappe sempat mempertimbangkan untuk mundur dari timnas usai Euro 2020. Prancis gagal di Euro 2020 setelah tersingkir di babak 16 besar.

Berstatus sebagai juara Piala Dunia 2018, Prancis disingkirkan Swiss lewat adu penalti. Mbappe menjadi satu-satunya penendang yang eksekusi penaltinya gagal.

"Saya bertemu dengannya setelah Euro. Dia merasa FFF tak membelanya usai ia gagal penalti dan mendapat banyak kritikan. Kami bertemu lima menit di kantor saya," ujar Le Graet kepada Le Journal du Dimanche.

Klaim tersebut langsung dibantah oleh Mbappe. Penyerang Paris Saint-Germain itu menyebut Noel Le Graet mengabaikan keluhannya soal rasisme.

"Saya jelaskan kepadanya dengan baik kalau itu ada hubungannya dengan rasisme, BUKAN penalti," Mbappe menulis di akun Twitter-nya seperti dikutip ESPN.

"Tapi dia pikir tidak ada rasisme ..."

Mbappe juga tidak mencetak satu gol pun untuk Prancis selama Euro 2020. Akibatnya, hujatan pun diarahkan kepadanya.

Kylian Mbappe pada akhirnya tetap membela timnas Prancis dan membawa Les Bleus juara Nations League pada Oktober lalu. Pemain berusia 23 tahun itu juga mengantar Prancis lolos ke Piala Dunia 2022.

(nds/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT