ADVERTISEMENT

Kisah Mbappe Nyaris Pensiun dari Timnas Prancis Usai Euro 2020

Adhi Prasetya - Sepakbola
Senin, 20 Jun 2022 05:00 WIB
Frances Kylian Mbappe reacts after a missed scoring opportunity during the Euro 2020 soccer championship round of 16 match between France and Switzerland at the National Arena stadium, in Bucharest, Romania, Monday, June 28, 2021. (Marko Djurica/Pool Photo via AP)
Mbappe merasa terpukul usai Prancis tersingkir di Euro 2020 dan ia mendapat banyak kritikan. Foto: AP/Marko Djurica
Jakarta -

Kylian Mbappe sempat hampir memutuskan berhenti membela Timnas Prancis seusai gagal di Euro 2020 tahun lalu. Penyerang Paris Saint-Germain itu disebut lelah dengan kritikan yang datang kepadanya.

Prancis, secara khusus Mbappe, memang tampil kurang mengesankan di Euro 2020. Datang dengan status juara dunia 2018 dan runner-up Piala Eropa 2016, Prancis justru keok di tangan Swiss pada babak 16 besar.

Prancis sempat unggul 3-1 di laga itu, namun Swiss mencetak dua gol tambahan di 10 menit terakhir waktu normal dan pertandingan tersebut harus diakhiri dengan adu penalti. Mbappe menjadi satu-satunya penendang yang gagal mencetak gol.

BUCHAREST, ROMANIA - JUNE 28: Kylian Mbappe of France looks dejected as he leaves the field after taking the decisive penalty that was saved by Yann Sommer (Not pictured) of Switzerland in the UEFA Euro 2020 Championship Round of 16 match between France and Switzerland at National Arena on June 28, 2021 in Bucharest, Romania. (Photo by Daniel Mihailescu - Pool/Getty Images)Penalti Mbappe ditepis kiper Swiss, Yann Sommer. Foto: (Getty Images/Daniel Mihailescu - Pool)

Tak cuma itu, Mbappe gagal mencetak sebiji gol pun selama turnamen. Akibatnya, hujatan pun diarahkan kepadanya, seolah Prancis tersingkir karena ia gagal berkontribusi.

Situasi ini sempat membuatnya gerah, dan merasa lebih baik mundur saja dari Timnas Prancis. Hal itu diungkapkan Presiden Federasi Sepakbola Prancis (FFF), Noel Le Graet baru-baru ini.

"Saya bertemu dengannya setelah Euro. Dia merasa FFF tak membelanya usai ia gagal penalti dan mendapat banyak kritikan. Kami bertemu lima menit di kantor saya," ujar Le Graet kepada Le Journal du Dimanche, dikutip Diario AS.

"Dia marah saat itu, dia tak mau lagi bermain untuk Prancis lagi. Jelas sebenarnya dia tak bermaksud begitu. Kalian tahu keadaannya."

"Dia seorang pemenang, dia sangat frustrasi dengan kekalahan itu, seperti halnya kita semua. Dia orangnya ramah dengan media. Dia pria yang hebat, lebih mengutamakan tim daripada yang disangkakan kepadanya," jelas Le Graet.

Mbappe tak lama-lama terpuruk setelah itu, sebab ia berhasil mengantarkan Prancis menjadi juara UEFA Nations League pada Oktober tahun lalu, serta memastikan tiket untuk Les Bleus ke Piala Dunia 2022 di Qatar yang akan digelar November mendatang.

(adp/raw)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT