ADVERTISEMENT

Australia, Piala Dunia, dan Kaitannya dengan J.League

Muhammad Robbani - Sepakbola
Jumat, 01 Jul 2022 07:30 WIB
Adam Taggart (kanan), penggawa Timnas Australia yang bermain untuk Cerezo Osaka di Liga Jepang.
Beberapa pemain Timnas Australia bermain di Liga Jepang. (Foto: dok. J.League)
Jakarta -

Ada keterkaitan J.League dalam lolosnya Australia ke Piala Dunia 2022. Negeri Kangguru mencetak sejarah sepakbola Asia, mengirim enam wakil untuk kali pertama.

Australia lolos dari play-off interkontinental kualifikasi Piala Dunia 2022 yang dihelat di Stadion Ahmad bin Ali, Al Rayyan, Qatar, pada 13 Juni 2022. Socceroos menang dalam adu penalti dengan skor 5-4 melawan wakil Amerika Selatan, Peru, setelah laga imbang 0-0 selama 120 menit.

Ini memang bukan kali pertama Australia lolos ke Piala Dunia, tetapi Socceroos membuat sejarah tersendiri bagi sepakbola Asia. Piala Dunia mendatang akan menjadi kali pertama Benua Kuning mengirim enam wakil dalam perhelatan empat tahunan tersebut.

Mereka menyusul lima negara lain yang sudah terlebih dahulu lolos yaitu Qatar (tuan rumah), Iran, Korea Selatan, Jepang, dan Arab Saudi. Ada peran khusus J.League dalam upaya Australia menjadi satu dari enam wakil Asia tersebut.

Ada dua pemain Liga Jepang yang dibawa pelatih Graham Arnold dalam skuadnya yang berlaga melawan Peru: Adam Taggart (Cerezo Osaka) dan Mitchell Duke (Fagiano Okayama).

Mitchell Duke tampil sejak awal dengan dipasang sebagai striker tunggal Australia. Ia bermain 69 menit sebelum ditarik keluar digantikan Awer Mabil, dengan Duke terus menjadi ancaman bagi Peru selama ia berada di atas lapangan.

Penggawa Timnas Australia, Mitchell Duke, tampil di Liga Jepang bersama Fagiano Okayama.Penggawa Timnas Australia, Mitchell Duke, tampil di Liga Jepang bersama Fagiano Okayama. (Foto: dok. J.League)

Sedangkan Taggart memang tak bermain pada laga melawan Peru. Kendati demikian, ia berkontribusi tiga gol dalam delapan laga kualifikasi yang dijalani Australia.

Dalam sejarahnya, tak sedikit pemain asal Australia yang pernah merasakan kerasnya atmosfer sepakbola Negeri Sakura era J.League. Setidaknya ada 39 pemain asal Negeri Kangguru yang pernah bermain di J.League dari kompetisi level teratas hingga level ketiga.

Termasuk di dalamnya adalah pelatih timnas Australia saat ini, Graham Arnold, yang pernah membela Sanfrecce Hiroshima pada tahun 1997 sampai 1998.

Arnold tercatat bermain 28 kali di J1 League dan mencetak tujuh gol saat itu, sebelum kemudian kembali ke Liga Australia dan kini menjadi pelatih. Saat itu, Arnold bergabung dengan rekan senegaranya, Anthony Popovic, yang merupakan pemain asal Australia pertama di J.League.

Tony Popovic yang tampil luar biasa bersama Sydney United di Liga Australia diboyong Sanfrecce Hiroshima pada pertengahan 1996. Popovic bertahan lima tahun di Hiroshima, bermain 100 kali di semua ajang dengan catatan 16 gol sebelum kemudian hijrah ke Liga Inggris bersama Crystal Palace pada musim panas 2001.

Setelah era mereka, ada banyak pemain Australia yang bermain di Piala Dunia sekaligus pernah berlaga di J.League seperti Andrew Nabbout (Urawa Red Diamonds), Milos Degenek (Yokohama F. Marinos), Joshua Kennedy (Nagoya Grampus), dan Mark Milligan (JEF United Chiba).

Kini, jejak para pemain Australia di J.League tak hanya bisa ditemukan dalam diri Mitchell Duke dan Adam Taggart. Selain keduanya, ada nama-nama seperti Mitchell Langerak (Nagoya Grampus), Thomas Deng (Albirex Niigata), Stefan Mauk (Fagiano Okayama), hingga Mohamed Adam (FC Imabari).

Mitchell Langerak, pemain asal Australia yang bermain di Liga Jepang bersama Nagoya Grampus.Mitchell Langerak, pemain asal Australia yang bermain di Liga Jepang bersama Nagoya Grampus. (Foto: dok. J.League)


Simak Video "Intip Isi Hotel dan Apartemen Qatar yang Bakal Sambut Piala Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(bay/rin)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT