Liga Ukraina Kembali Digelar Usai Terhenti karena Perang

ADVERTISEMENT

Liga Ukraina Kembali Digelar Usai Terhenti karena Perang

Adhi Prasetya - Sepakbola
Selasa, 23 Agu 2022 20:15 WIB
Shakhtar Donetsk
Para pemain Shakhtar berlatih jelang dimulainya Liga Ukraina pekan ini. Foto: Dok. Shakhtar Donetsk
Jakarta -

Liga Ukraina kembali digelar untuk pertama kalinya sejak invasi Rusia ke negara tersebut. Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan 'rasa hidup normal' bagi warga Ukraina di tengah perang.

Liga Ukraina terakhir kali digelar pada Desember tahun lalu, saat musim 2021-22 memasuki jeda musim dingin. Rencananya kompetisi akan kembali dilanjutkan pada 25 Februari 2022, namun akhirnya disetop menyusul serangan Rusia sehari sebelumnya.

Setelah lebih dari setengah tahun tanpa sepakbola, kini Liga Ukraina menyongsong musim baru 2022-23. Formatnya sama dengan sebelumnya, namun ada penyesuaian yang harus dilakukan, baik dari segi peserta, infrastruktur, hingga pengawasan keamanan.

Jumlah peserta masih 16 klub, namun FC Mariupol dan Desna Chernihiv mundur karena kedua klub tersebut berasal dari kota yang rusak parah diserang Rusia dan infrastruktur mereka hancur. Metalist Kharkiv dan Kryvbas Kryvyi Rih masuk jadi pengganti, mengacu prestasi di divisi dua pada musim sebelumnya.

Selain itu, sejumlah klub tak bisa memainkan laga kandang di kota mereka sendiri. Seperti misalnya Shakhtar Donetsk, yang memilih kota Kiev dan Lviv sebagai markas baru mereka. Laga-laga dimainkan di wilayah barat Ukraina yang 'lebih aman', namun penonton tetap dilarang hadir ke stadion.

Satu hal lagi, jika ada sirene serangan udara berbunyi, maka para pemain dan ofisial yang ada di lapangan harus segera menghentikan laga dan masuk ke bunker. Ini sudah disepakati oleh pihak-pihak yang terlibat.

"Kami punya sejumlah aturan, seandainya ada sirene maka kami harus berlindung di bawah tanah. Tapi menurut saya, klub-klub peserta dan para pemain akan bangga bisa menggelar liga ini," ujar kapten Shakhtar, Taras Stepanenko saat dihubungi ESPN.

"Kami siap, kami kuat dan kami akan menunjukkan kepada dunia kehidupan rakyat Ukraina dan juga semangat untuk menang," jelas pemain 33 tahun itu.

Untuk tim-tim yang berlaga di kancah Eropa, mereka diberi dispensasi menggelar laga kandang di luar Ukraina untuk mengakomodasi tim lawan yang khawatir dengan masalah keamanan. Shakhtar dan Dynamo Kiev berlaga di Polandia, sementara Dnipro-1 di Slovakia.

Selain itu, yang turut menjadi sorotan adalah minimnya pemain asing di Liga Ukraina kali ini. Shakhtar misalnya, mayoritas pemain asing mereka yang berasal dari Brasil memutuskan tak lanjut karena takut akan keselamatan.

Stepanenko memahami hal itu. Timnya kini banyak mengandalkan tim muda. "Jelas, ini adalah tim yang baru. Namun kami percaya diri karena kami bermain untuk negara dan rakyat kami," timpal Stepanenko.

(adp/aff)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT