Piala Dunia 2022 Qatar Super Ketat: Ada 250 Ribu CCTV!

ADVERTISEMENT

Piala Dunia 2022 Qatar Super Ketat: Ada 250 Ribu CCTV!

Afif Farhan - Sepakbola
Senin, 26 Sep 2022 13:00 WIB
A general view shows the Lusail Stadium, the 80,000-capacity venue that is to host this years World Cup final, on the outskirts of Qatars capital Doha on August 11, 2022. - Al Rayyan and Al Arabi will dispute a Qatar Stars League game today at the Lusail stadium. (Photo by MUSTAFA ABUMUNES / AFP) (Photo by MUSTAFA ABUMUNES/AFP via Getty Images)
Piala Dunia 2022 Qatar Super Ketat: Ada 250 Ribu CCTV! (Foto: Mustafa Abumunes/AFP/Getty Images)
Jakarta -

Qatar siap mengantisipasi fans-fans nakal di ajang Piala Dunia 2022. 250 Ribu CCTV disiapkan di sekitar stadion, awas kalau macam-macam!

Piala Dunia 2022 akan berlangsung di Qatar pada 20 November hingga 18 Desember. Pertama kalinya, ajang Piala Dunia digelar di musim dingin.

Qatar sudah lama berbenah untuk menyambut ajang empat tahunan paling bergengsi sedunia itu. Fasilitas penunjang dan infrastruktur sudah disiapkan.

Qatar pun akan menyambut para fans sepakbola dari beragam negara. Tapi ingat, Qatar punya aturan yang wajib dihormati oleh para tamunya.

Qatar tidak akan main-main kepada fans sepakbola yang nakal di Piala Dunia 2022. Harap diingat, para fans tidak boleh mabuk-mabukan di tempat umum dan tidak boleh sekamar jika belum dalam hubungan suami-istri. Hukuman denda dan penjara menanti!

Untuk mengantisipasi fans-fans nakal, Qatar sudah menyiapkan 250 ribu CCTV yang tersebar di stadion-stadion sampai di jalanan sekitar stadion. CCTV-nya pun canggih, punya sistem pengenalan wajah.

"Kami siap untuk menanggapi insiden apa pun. Tetapi, kami tidak ingin benar-benar mengganggu jalannya keseruan Piala Dunia," jelas Kepala Keamanan Piala Dunia 2022, Abdulaziz Abdullah Al-Ansari kepada Sky Sports.

"Jika seseorang tidak melukai dirinya sendiri dengan minum berlebihan atau semacamnya, atau dia tidak menyakiti orang lain, atau dia tidak merusak properti publik apa pun, maka dia akan aman," sambungnya.

"Orang-orang Qatar berharap bahwa teknologi pengawasan akan membantu mengatur kerumunan dan menimbulkan rasa aman," tutupnya.

(aff/cas)