Studi: Risiko Cedera Meningkat Selama Piala Dunia 2022

ADVERTISEMENT

Studi: Risiko Cedera Meningkat Selama Piala Dunia 2022

Adhi Prasetya - Sepakbola
Sabtu, 12 Nov 2022 11:00 WIB
WARSAW, POLAND - NOVEMBER 02: Timo Werner of RB Leipzig injured during the UEFA Champions League group F match between Shakhtar Donetsk and RB Leipzig at The Marshall Jozef Pilsudskis Municipal Stadium of Legia Warsaw on November 2, 2022 in Warsaw, Poland. (Photo by Mateusz Slodkowski/DeFodi Images via Getty Images)
Timo Werner absen membela Jerman di Piala Dunia 2022 karena cedera jelang turnamen. Foto: DeFodi Images via Getty Images/DeFodi Images
Jakarta -

Tak sedikit pemain yang harus absen di Piala Dunia 2022 karena cedera. Namun jumlah pemain yang 'tumbang' diprediksi akan semakin bertambah seiring berjalannya turnamen.

Piala Dunia 2022 memang digelar di waktu yang berbeda dengan biasanya, yakni di akhir tahun. Jeda antara kompetisi level klub dengan turnamen pun terbilang pendek, hanya sekitar seminggu.

Hal itu, ditambah dengan waktu turnamen di tengah tahun kompetisi membuat risiko cedera pemain menjadi meningkat. Sebab masa istirahat pemain menjadi terbatas. Waktu memulihkan diri menjadi singkat. Jangan lupakan juga cuaca panas di Qatar.

"Menurut saya, risiko (cedera) akan lebih tinggi, seperti risiko kelelahan selama empat minggu ke depan dan para pemain mungkin absen dalam laga-laga penting," ujar Sekjen FIFPRO, Jonas Baer-Hoffmann seperti dikutip The Guardian.

"Kemungkinan terjadinya hal itu lebih tinggi (dari edisi Piala Dunia sebelumnya). Kita mungkin masih akan melihat Piala Dunia yang hebat karena para pemain akan mengerahkan segala kemampuan, beberapa negara mungkin akan menampilkan performa luar biasa."

"Tapi gambaran besarnya meningkatkan risiko cedera dan kelelahan akan mempengaruhi performa. Itu menurut penelitian," jelas Baer-Hoffmann.

Menurut investigasi FIFPRO selaku asosiasi yang menaungi pemain profesional, sejumlah pemain hanya punya waktu persiapan tujuh hari jelang Piala Dunia 2022, dan waktu pemulihan delapan hari seusai turnamen, sebelum kompetisi dimulai lagi.

Padahal, di edisi-edisi sebelumnya para pemain punya waktu sekitar 31 hari sebelum turnamen dimulai, sehingga punya waktu untuk memulihkan diri jika mengalami cedera ringan. Waktu istirahat seusai turnamen pun sekitar 37 hari.

"Jumlah pemain yang absen karena cedera ringan meningkat karena mereka memang tak punya waktu. Sebelumnya, jika seseorang mengalami cedera di laga terakhir Premier League, kamu masih punya waktu 35 hari untuk memulihkan cedera sebelum laga pertama Piala Dunia. Sekarang kamu tak punya itu," ujar Darren Burgess, seorang konsultan FIFPRO yang pernah bekerja di Arsenal.

(adp/cas)

ADVERTISEMENT