Piala Dunia 2022 Larang Bir, Fans Inggris Mencibir

ADVERTISEMENT

Piala Dunia 2022 Larang Bir, Fans Inggris Mencibir

Yanu Arifin - Sepakbola
Sabtu, 19 Nov 2022 09:00 WIB
LONDON, ENGLAND - JULY 11:  England fans congregate prior to the UEFA Euro 2020 Championship Final between Italy and England at Wembley Stadium on July 11, 2021 in London, United Kingdom. (Photo by Marc Atkins/Getty Images)
Foto: Marc Atkins/Getty Images
Doha -

Bir resmi dilarang di stadion selama Piala Dunia 2022. Fans asal Inggris, yang gigit jari, langsung mencibirnya.

Qatar menjadi tuan rumah Piala DUnia 2022, yang berlangsung sejak 20 November hingga 18 Desember mendatang. Sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, aturan ketat diberlakukan.

Selain melarang LGBT, Qatar juga melarang peredaran bir di dalam stadion Piala Dunia 2022. FIFA kemudian menetapkannya sebagai aturan resmi sepanjang turnamen pada Jumat (18/11/2022).

Keputusan itu membuat fans sepakbola Eropa harus gigit jari. Sebab, mereka tak lagi bisa menyaksikan laga sambil minum bir seperti di negara masing-masing.

Fans asal Inggris, yang terkenal punya kebiasaan seperti itu, langsung mencibir aturan larang bir di Piala Dunia 2022 Banyak yang kecewa dan merasa sia-sia datang ke Qatar.

"Saya telah menghabiskan 5000 paun untuk perjalanan ini, dan jika saya tahu saya tidak akan bisa mendapatkan minuman di pertandingan, saya tidak akan datang," kata Tom Williams, asal Birmingham.

"FIFA seharusnya malu pada diri mereka sendiri. Jutaan orang datang dari seluruh dunia dan mereka telah merusak awal turnamen bagi kami," semburnya.

Senada dengan Williams, Nick Bjorkhammer, mempertanyakan keputusan FIFA menetapkan larangan itu menjelang kick off. Ia menilai ada orang-orang kuat membuat keputusan itu.

"Saya pikir mereka agak takut terjadi sesuatu dan itu menodai pandangan soal Qatar. Jelas mereka seharusnya mengatakan prinsipnya sejak awal," kata Bjorkhammers, yang menjadi ilmuwan dan bekerja di rumah sakit Doha.

"Ada orang-orang kuat di sini yang telah membuat keputusan itu dan setiap orang harus mematuhinya," katanya.

"Harganya sekitar 4000 paun untuk tiket dan penerbangan dengan pacar saya. Kami melakukan segala upaya untuk menghormati budaya lokal, tetapi warga Qatar juga harus menghormati budaya kami saat kami bertanding," kata Katie Miller, perempuan berusia 25 asal Essex.

"Kami suka bir di sepakbola. Apa yang salah dengan itu? Jika saya tidak menghabiskan semua uang ini, saya mungkin sudah pulang," keluhnya.

Simak kumpulan informasi Piala Dunia 2022 di sini!

(yna/bay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT