Bagaimana Mentalmu, Lukaku?

ADVERTISEMENT

Bagaimana Mentalmu, Lukaku?

Randy Prasatya - Sepakbola
Jumat, 02 Des 2022 22:00 WIB
DOHA, QATAR - DECEMBER 1: Romelu Lukaku of Belgium reacts during the Group F - FIFA World Cup Qatar 2022 match between Croatia and Belgium at the Ahmad Bin Ali Stadium on December 1, 2022 in Doha, Qatar (Photo by Pablo Morano/BSR Agency/Getty Images)
Romelu Lukaku mengalami malam yang pahit di Qatar. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Romelu Lukaku mengalami nasib yang sangat tidak beruntung di laga penentuan nasib Belgia dalam Piala Dunia 2022. Lantas, bagaimana mental Big Rom ke depannya?

Belgia melawan Kroasia dalam matchday ketiga Grup F Piala Dunia 2022 di Stadion Ahmad bin Ali, Doha, Kamis (1/12/2022) malam WIB. Di saat butuh kemenangan, anak asuh Roberto Martinez cuma meraih hasil imbang 0-0.

Belgia sebetulnya punya kans besar untuk menang saat memainkan Lukaku di babak kedua. Namun, striker Inter Milan itu gagal memanfaatkan tiga peluang emas.

Di menit ke-60, Carrasco mengacak-acak depan gawang Kroasia, dirinya lepas sepakan dan ditepis kiper Dominik Livakovic yang bergerak maju. Bola muntahan jatuh di kaki Lukaku, tapi sepakannya ke gawang yang kosong malah kena tiang.

Semenit kemudian, Lukaku punya peluang emas lagi. De Bruyne kirim umpan lambung ke depan kotak penalti, bola terbentur pemain belakang Kroasia, Livakovic sudah bergerak maju, si kulit bundar mengarah ke Lukaku yang langsung disundul ke gawang kosong dan melambung.

Terakhir di menit ke-90, Thorgan Hazard lepas umpan lambung ke depan gawang, Livakovic gagal menjangkaunya, kemudian bola jatuh ke dada Lukaku di depan gawang. Sayangnya, aliran bola terlalu deras dan tidak bisa dikontrol sang striker sehingga malah kembali ke arahnya Livakovic dalam hitungan sepersekian detik.

Mantan pemain Juventus, Claudio Marchisio, merasa cemas dengan kelangsungan Lukaku di level klub. Dia menilai beberapa laga nantinya akan membuat mental Lukaku terganggu.

"Secara fisik, dia berada dalam tren menurun dalam kariernya, sementara secara mental beberapa pertandingan melekat di diri Anda," kata Marchisio di RAI Sport.

"Dia memiliki banyak peluang dan tidak memanfaatkannya, jadi mau tidak mau tim membayar mahal untuk itu," tegasnya.

(ran/mrp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT