Duel Dua Brasil

Jelang Final Piala Asia

Duel Dua Brasil

- Sepakbola
Jumat, 27 Jul 2007 15:00 WIB
Duel Dua Brasil
Jakarta - Dua orang Brasil di kubu berbeda sukses membawa Arab Saudi dan Irak ke partai puncak. Ada Helio dos Anjos yang duduk di kursi panas dan Jorvan Vieira yang kini memikul pekerjaan terberat selama 13 tahun.Bangku kepelatihan timnas Arab Saudi bukanlah tempat yang empuk. Bagaimana tidak, dalam kurun waktu 13 tahun saja telah ada 16 pelatih yang membesut Green Falcon --Marcos Paqueta adalah pelatih terakhir yang dipecat. Dan Anjos pun kini mewarisi kursi panas tersebut dari kompatriotnya.Kritikan pedas juga sudah dikecap pria kelahiran tahun 1958 tersebut. Anjos yang sebelumnya tidak pernah melatih di luar Amerika Selatan itu dinilai tidak bisa memaksimalkan penampilan "Anak-anak Gurun" dan lebih mengandalkan keberuntungan. "Keberuntungan mungkin hadir di satu laga, bukan semuanya dan kami telah menjawab kritikan itu. Saya hanya harus (terus) memenangkan pertandingan. Saya tidak pernah memerhatikan kritik. Tanya saja penerjemah saya. Saya tak pernah memintanya membacakan artikel di media Arab," tukas Anjos seperti dilansir AFP.Namun nasib Anjos yang teken kontrak buat Arab sejak Maret lalu itu dijamin bakal berubah 180 derajat kalau mampu membawa trofi Piala Asia untuk kali keempat ke Riyadh. Apalagi negara kaya minyak tersebut juga dikenal cukup royal menggelontorkan uang.Kalau kritikan dan ekspektasi besar jadi beban yang dipikul Anjos, kompatriotnya yang jadi pelatih lawan di final punya masalah yang berbeda. Vieira, yang berpengalaman melatih klub dan timnas di wilayah Arab selama lebih dari dua dekade, justru menghadapi atmosfer tidak kondusif di Irak. "Negara 1001 Malam" itu memang masih terus dilanda perang saudara. "Jujur, bagi saya ini adalah pekerjaan tersulit sejak 13 tahun, dengan alasan di luar dan di dalam lapangan. Tapi ini pengalaman menarik. Hidup adalah proses belajar dan setiap hari kita belajar sesuatu. Jika berhenti belajar, Anda berhenti mengajar," ucap Vieira.Jika bonus besar menanti Anjos, bonus dalam bentuk lain menunggu Vieira. "Ini akan sangat brilian bagi Irak (jika kami menang). Sekarang saja orang-orang sudah amat gembira dan banyak diantaranya yang memanggil-manggil saya," lanjut dia.Di antara keduanya, akan ada satu Brasil yang akan memenangi duel dan menggapai puncak kesuksesan di stadion Gelora Bung Karno, Minggu (29/7/2007) lusa. Anda pilih siapa? (krs/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads