"Permusuhan" dua tim berseragam kebesaran biru ini dapat dikatakan dimulai di Euro 2000. Pada turnamen yang dihelat di Belanda-Belgia itu, kedua tim bersua dalam partai final yang menegangkan di Rotterdam. Kala itu, Prancis yang dibesut Roger Lemerre sukses membungkam Italia 2-1 melalui gol emas David Trezeguet di menit ke-103.
Setelah sempat reda, persaingan dua negara yang sama-sama pernah jadi juara dunia dan juara Eropa itu menghangat lagi di Piala Dunia 2006. Di partai puncak di Berlin, terjadi insiden dramatis yang takkan mungkin dilupakan oleh puluhan ribu manusia di stadion dan jutaan orang lainnya yang menyaksikan lewat televisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak selesai sampai di situ, pertarungan kedua negara berlanjut di kualifikasi Euro 2008 dengan sama-sama bergabung di Grup B.
Raymond Domenech memulainya dengan menuduh Italia "membeli wasit" saat laga U-21 kualifikasi Olimpiade 2000. Akibatnya, pelatih Les Bleus itu harus absen saat kedua tim bentrok di laga grup B di Milan (9/9/2007). Laga itu berakhir 0-0, setelah dua hari sebelumnya di Paris, Prancis menggulung Azzurri dengan skor 3-1.
Pada akhirnya, kedua tim memang sama-sama lolos ke Austria-Swiss. Tapi Gennaro Gattuso mengaku tak senang Italia membantu rivalnya itu untuk lolos ke Euro 2008. Domenech kembali mengeluarkan kalimat tajamnya dengan menyatakan tetap tak menyukai Christian Panucci (yang turut berjasa meloloskan Prancis).
Kini, Les Bleus dan Azzuri kembali harus berkubang di kolam yang sama. Mereka bergabung di Grup C putaran final Euro 2008. Terbayang sudah betapa panasnya persaingan kedua tim nantinya.
Dasar bacar mulut, Domenech tak tahan untuk berkomentar. "Saya tak mau bicara soal Materazzi. Mereka (Italia) memprovokasi saya. Saya takkan membiarkan diri saya hanyut ke dalamnya," ujar Domenech tentang Materazzi yang bagai menjadi musuh nomor 1 Prancis, seperti dikutip Football Italia.
Tanggapan lebih sejuk datang dari Roberto Donadoni. "Bukan hak saya untuk menilai perilaku Domenech. Yang perlu kita hindari adalah pertemuan Italia-Prancis dengan atmosfer yang tidak sehat," ungkap pelatih Italia itu.
Menilik dari fakta-fakta di atas, wajar bila pertemuan Italia vs Prancis kembali dinanti pencinta sepakbola. Perang komentar akan menambah rasa penasaran tentang betapa panasnya pertarungan mereka nanti. Kita tunggu saja!
Foto: Kartu merah Zinedine Zidane di Piala Dunia 2006 (newslose)Β (arp/a2s)











































