Demikianlah fakta yang mengemuka jelang jamuan Liverpool terhadap Arsenal di leg kedua babak perempatfinal Liga Champions. Faktor tuan rumah menjadi hal yang sangat mungkin menjadi penentu akhir pertarungan dua klub ini.
Cuma meraih satu poin setelah bermain imbang 1-1 di kandang sendiri jelas kerugian besar buat Arsenal. Perjuangan menuju babak semifinal makin berat karena mereka harus meraih kemenangam di stadion paling angker bernama Anfield.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya, saya pikir (akan berbeda). Ada dua alasan, yang pertama kami bermain di Anfield dan itu adalah perbedaan besar. Dan hal lainnya adalah mereka (Arsenal) butuh menang, jadi itu akan menjadi pertandingan terbuka," ungkap Rafael Benitez di UEFA.
Dari 95 laga kedua tim di Anfield, Arsenal baru 25 kali membawa pulang hasil maksimal. Sementara 53 di antaranya menjadi milik tuan rumah dan 17 sisanya berakhir imbang.
Tapi Arsene Wenger jelas tak menyerah begitu saja. Meski sudah bertemu dua kali dalam kurun sepekan terakhir, pelatih Prancis itu berharap kejutan akan diciptakan pasukan mudanya.
"Kejutan selalu bisa terjadi, bahkan saat Anda saling mengetahui dengan baik satu dengan yang lain. Saya percaya ini akan berbeda karena di akhir pertandingan ada sanksi β kami ingin bertahan di kompetisi ini tapi salah satu dari kami harus keluar," ungkap Wenger.
Berat memang peluang Arsenal memetik kemenangan di Anfield atau sekedar bermain imbang dengan skor lebih dari 1-1. Tapi itu juga bukan sebuah mission impossible. Tahun lalu di ajang Piala Carling, Arsenal secara mengejutkan menundukkan Liverpool di Anfield dengan kemenangan 6-3.
Apalagi The Reds juga bukannya tak terkalahkan di kandang musim ini. Di fase grup lalu Marseille mampu mencuri tiga angka saat membawa pulang kemenangan 1-0 dari Anfield. Dengan catatan seperti itu, Arsenal semestinya mampu menjaga asa untuk bisa menghindari halangan The Kop. (din/arp)











































