sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 10 Des 2020 23:30 WIB

Striker Barcelona Antoine Griezmann Bela Uighur

Yanu Arifin - detikSport
BARCELONA, SPAIN - DECEMBER 08: Antoine Griezmann of FC Barcelona looks on during the UEFA Champions League Group G stage match between FC Barcelona and Juventus at Camp Nou on December 08, 2020 in Barcelona, Spain. Sporting stadiums around Spain remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by David Ramos/Getty Images) Striker Barcelona, Antoine Griezmann, membela etnis Uighur. (Foto: David Ramos/Getty Images)
Barcelona -

Antoine Griezmann mengambil sikap untuk membela etnis Uighur. Penyerang Barcelona itu rela memutus kontrak kerja samanya dengan sebuah perusahaan China.

Dilansir Independent, Griezmann berhenti bekerja sama dengan Huawei, setelah menjadi duta mereknya sejak 2017. Pesepakbola 29 tahun itu menjelaskan alasannya di media sosial.

Penyebabnya adalah munculnya laporan Huawei 'terlibat' dalam represi kepada etnis Uighur. Hal itu dipublikasikan perusahaan riset pengawasan berbasis di Amerika Serikat, IPVM, yang dilansir Washington Post.

Dalam laporannya yang dirilis Selasa (8/9), Huawei disebut terlibat dalam pengujian perangkat lunak pengenalan identitas bersama perusahaan Megvii di China. Perangkat lunak itu diklaim bisa memberi peringatan kepada kepolisian, jika bisa mendeteksi usia, jenis, kelamin, dan etnis seseorang, khususnya yang berasal dari Uighur.

"Karena kecurigaan yang kuat bahwa Huawei telah berkontribusi pada pengembangan 'peringatan Uighur' melalui penggunaan perangkat lunak pengenal wajah, saya segera mengakhiri kemitraan saya dengan perusahaan," tulis Griezmann.

"Saya menggunakan kesempatan ini untuk mengajak Huawei agar tidak hanya menyangkal tuduhan ini, tetapi juga menerapkan tindakan secepat mungkin untuk mengutuk penganiayaan massal ini dan menggunakan pengaruhnya untuk berkontribusi dalam menghormati hak-hak pria dan wanita di seluruh masyarakat," lanjut tulisan eks pemain Real Sociedad dan Atletico Madrid itu.

[Gambas:Instagram]

Uighur menjadi sorotan sebab banyak laporan bahwa etnis tersebut sedang direpresi oleh Pemerintah China. Sebuah kamp konsentrasi di Xinjiang kabarnya dipakai untuk menahan dan menyiksa mereka.

Kecaman dari berbagai organisasi pembela Hak Asasi Manusia di seluruh dunia sudah bermunculan. Pemerintah China didesak terbuka soal laporan ini.

Huawei sendiri sudah mengonfirmasi tuduhan tersebut. Perusahaan asal China itu membenarkan laporannya, namun menegaskan semua masih sebatas uji coba.

"Itu masih sebatas tes dan belum melihat aplikasinya di dunia nyata. Huawei hanya memasok produk tujuan umum untuk pengujian semacam ini. Kami tidak menyediakan algoritme atau aplikasi khusus," tulis Huawei.

Sebelumnya, pesepakbola top yang ikut bersuara soal Uigur adalah Mesut Oezil. Gelandang Arsenal itu sempat mengecam habis China, karena dianggap menyiksa etnis Uighur, yang mayoritas beragama Islam.

(yna/ran)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com