Lawan Rasisme, Thierry Henry Puasa Main Medsos

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Sabtu, 27 Mar 2021 01:00 WIB
MADRID, SPAIN - NOVEMBER 28:  Thierry Henry, Manager of Monaco reacts during the UEFA Champions League Group A match between Club Atletico de Madrid and AS Monaco at Estadio Wanda Metropolitano on November 28, 2018 in Madrid, Spain.  (Photo by Denis Doyle/Getty Images)
Thierry Henry berhenti main media sosial sebagai bentuk perlawanan terhadap rasisme. (Foto: Getty Images/Denis Doyle)
Jakarta -

Legenda Arsenal Thierry Henry memutuskan berhenti main media sosial. Henry ingin ada perubahan kebijakan di semua platform medsos untuk melawan rasisme.

Isu rasisme dalam beberapa bulan terakhir mencuat di Premier League, khususnya di media sosial. Beberapa di antaranya Wilfried Zaha (Crystal Palace), Reece James (Chelsea), dan eks penyerang Arsenal (Ian Wright).

Desakan untuk memperketat aturan di media sosial pun bermunculan. Salah satu yang jadi sorotan adalah perisakan dilakukan secara anonim, karena begitu mudahnya membuat akun-akun baru.

"Hai kawan-kawan. Mulai besok pagi saya akan menepi dari media sosial sampai orang-orang yang punya kuasa mampu mengatur platform-platform mereka dengan semangat dan kegarangan yang mereka sekarang lakukan ketika Anda melanggar hak cipta," tulis Thierry Henry di Twitter dan Instagram.

"Banyaknya rasisme, perisakan, dan siksaan mental yang dihadapi seseorang itu terlalu sangat berbahaya untuk didiamkan. Harus ada akuntabilitas."

"Terlalu mudah untuk membuat akun baru, memakainya untuk merisak dan melecehkan tanpa konsekuensi dan tetap anonim. Sampai ini berubah, saya akan menonaktifkan akun di semua platform sosial. Saya harap perubahan itu terjadi segera," ungkapnya.



Simak Video "Henry Bermimpi Jadi Pelatih Arsenal, Cavani Hengkang?"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/yna)