Penonton Ilegal di Wembley, 'Salam Tempel', dan Ancaman Masuk Bui

Kris Fathoni W - Sepakbola
Senin, 26 Jul 2021 11:33 WIB
LONDON, ENGLAND - JULY 11: Leonardo Bonucci of Italy celebrates in front of the Italy fans after scoring their teams first goal during the UEFA Euro 2020 Championship Final between Italy and England at Wembley Stadium on July 11, 2021 in London, England. (Photo by Laurence Griffiths/Getty Images)
Penonton Ilegal di Wembley, 'Salam Tempel', dan Ancaman Masuk Bui. Foto: Getty Images/Laurence Griffiths
Jakarta -

Final Euro 2020 lalu memunculkan insiden penonton ilegal masuk ke Wembley, yang rupanya tak lepas dari adanya 'salam tempel' buat petugas di stadion. Ancaman bui pun kini menanti.

Ada insiden rusuh sejumlah fans dalam duel Italia vs Inggris di final Euro 2020 pada 11 Juli lalu. Ini berkaitan dengan kehadiran suporter ilegal, tanpa tiket resmi, yang memaksa masuk ke stadion.

Saat itu terungkap pula bahwa masuknya suporter ilegal ini tak lepas dari bantuan 'orang dalam'. Ada oknum-oknum stadion yang bersedia meloloskan penonton tanpa tiket asalkan dapat 'salam tempel' berupa sejumlah uang.

Beberapa hari usai laga final Euro 2020, media Guardian mengungkap hal tersebut dalam investigasinya. Salah satu narasumber dalam laporan itu mengaku sebagai salah satu suporter ilegal yang membayar 200 paun (sekitar Rp 4 juta) agar ia dan keempat orang lain dalam rombongannya dapat masuk ke Wembley.

Media lain, The Sun, juga mengungkap hal serupa. Bahkan reporternya sampai menyamar jadi salah satu suporter yang berminat untuk memakai jasa 'salam tempel' demi masuk stadion secara ilegal.

Dalam investigasi The Sun itu paling tidak ada dua steward Wembley yang siap mengakomodir. Suporter ilegal yang berminat dengan jasa ini akan 'didandani' agar jadi seperti petugas stadion untuk final Euro 2020, bahkan lengkap dengan rompi dan tanda pengenal yang melingkar di pergelangan tangan.

Adanya 'starter pack' itulah yang bikin peminat harus rela merogoh kocek dalam-dalam untuk menebus sebesar 4.500 paun atau sekitar Rp 89 juta dari steward tersebut. Kedua steward itu kini mendapat ancaman masuk jeruji besi.

The Sun menyebut, kedua steward itu sudah mereka laporkan ke pihak kepolisian, yang juga dengan serta-merta beraksi. Steward-steward itu, yang teridentifikasi sebagai Dalha Mohamad dan Yusuf Amin dan berdomisili di London Timur, sudah dijerat pasal penggelapan. Mereka juga dijadwalkan menghadapi proses persidangan pada pekan ini.

(krs/nds)