'Salam Tempel' Rp 4 Juta, Tiket Masuk Fans Ilegal di Final Euro 2020

Kris Fathoni W - Sepakbola
Kamis, 15 Jul 2021 13:00 WIB
Fans cheer prior to the Euro 2020 final soccer match between Italy and England at Wembley stadium in London, Sunday, July 11, 2021. (Facundo Arrizabalaga/Pool via AP)
Final Euro 2020 di Stadion Wembley. Foto: AP/Facundo Arrizabalaga
Jakarta -

Insiden rusuh sejumlah fans dalam final Euro 2020 di Wembley mencuatkan fakta bahwa ada banyak suporter ilegal, tanpa tiket resmi, yang memaksa masuk. Salah satunya mengaku bisa masuk berkat 'salam tempel'.

Hal itu diungkap media Guardian lewat investigasinya, yang berhasil mendapatkan narasumber salah satu fans ilegal tersebut. Bahkan Pablo, nama samaran narasumber itu, merupakan admin dari grup chat yang berbagi tips mengenai cara masuk Wembley tanpa tiket resmi. Grup chat itu disebut berisikan ratusan anggota, yang diduga juga menerapkan cara ilegal yang dibagikan Pablo.

Menurut Pablo, yang disebut berusia 24 tahun, ada aksi 'salam tempel' yang membuat dirinya dan sekitar 300-an fans ilegal lain bisa masuk lewat akses difabel ke dalam stadion.

Pablo mengklaim, steward yang melakukan penjagaan di akses masuk Wembley untuk final Euro 2020 ini bisa disuap dengan sejumlah uang. Guardian pun mendapatkan rekaman suara terkait hal itu.

"Masukkan saja uangnya ke dalam kantongku saat aku menepuk-nepuk tubuhmu," demikian suara yang diklaim sebagai salah satu steward di Wembley itu. Rekaman suara ini juga dibagikan di sebuah grup chat lain.

Menurut Pablo, banyak steward yang tampak siap-sedia mengulurkan bantuan semacam itu. Tentu saja dengan kompensasi 'salam tempel' dengan nominal tertentu.

"Kami menawarkan 200 paun (sekitar Rp 4 juta) agar kami berlima bisa masuk. Sekitar jam tujuh kurang 15, kami menantikan rekan steward itu untuk datang dan kemudian saat itulah kami melihat pintu akses difabel terbuka sehingga kami pun berlari."

"Setiap kali pintu itu terbuka, sepertinya paling tidak ada 300-an orang yang masuk. Dan pintu itu tampaknya terbuka setiap 10 menit," tuturnya.

Pablo, yang mengaku masuk secara ilegal ke Wembley bersama keluarga agar ayahnya bisa nonton langsung final Euro 2020, juga mengomentari insiden rusuh yang melibatkan suporter tanpa tiket. Ia bersikeras tak mencederai siapa-siapa.

"Kami tak melukai siapapun. Yang bikin onar itu adalah mereka yang menyerang para suporter tanpa tiket."

(krs/bay)