Efek Magnus: Fisika di Balik Gol Spektakuler Thiago

Bayu Baskoro - Sepakbola
Kamis, 25 Nov 2021 14:15 WIB
Liverpool -

Thiago Alcantara mencetak gol spektakuler dalam duel Liverpool vs Porto. Bola sepakannya bisa meluncur dan berubah arah lantaran adanya Efek Magnus.

Liverpool menjamu Porto di Anfield dalam matchday kelima Grup B Liga Champions 2021/2022, Kamis (25/11/2021) dini hari WIB. The Reds menuntaskan duel dengan kemenangan 2-0 atas The Dragons.

Thiago membawa Liverpool unggul lebih dulu di menit ke-52. Mohamed Salah menggandakan skor pada menit ke-70, sekaligus memastikan rekor 100 persen Merseyside Merah di Liga Champions sejauh ini.

Thiago Alcantara menjadi sosok yang dibicarakan para penggemar dalam duel Liverpool vs Porto. Bukan apa-apa, gelandang Spanyol itu menorehkan gol luar biasa ke gawang Porto.

Mendapat bola muntah di sepertiga lapangan lawan, Thiago langsung menyepak keras bola. Bola meluncur tipis di atas tanah melewati celah kaki pemain Porto, hingga pada satu titik bola bergerak naik dan masuk ke dalam gawang.

Dalam tayangan ulang terlihat bila bola sepakan Thiago melengkung naik tanpa memantul tanah. Hal ini dapat terjadi lantaran bola mengalami Efek Magnus.

Efek Magnus adalah fenomena yang dapat diamati dan biasanya dikaitkan dengan pergerakan objek berputar melalui udara. Jalur objek yang berputar dibelokkan dengan cara yang tidak ditemukan pada objek non-berputar.

Pembelokan tersebut terjadi akibat perbedaan tekanan udara pada sisi berlawanan dari objek yang berputar, serta tergantung pada kecepatan rotasi. Efek ini pertama kali diteliti fisikawan Jerman, Gustav Magnus, pada 1852.

Menukil laman Physics World, Efek Magnus dalam sepakbola bisa terjadi ketika udara bergerak lebih cepat relatif terhadap pusat bola yang berputar, di mana pinggiran bola bergerak ke arah yang sama dengan aliran udara. Hal ini dapat mengurangi tekanan sesuai dengan hukum Bernoulli, yang menyatakan semakin cepat aliran udara maka tekanannya semakin rendah.

Namun, efek sebaliknya terjadi di sisi lain bola yang mana udara bergerak lebih lambat relatif terhadap pusat bola. Kondisi tersebut menciptakan ketidakseimbangan dan menyebabkan bola berubah arah atau berbelok.

Salah satu contoh lain dari Efek Magnus dalam pentas sepakbola yakni gol tendangan bebas Roberto Carlos saat Brasil bertemu Prancis di Tournoi de France 1997. Bola sepakan Carlos berputar kencang dan berbelok di satu titik ke arah gawang yang dikawal Fabien Barthez.

(bay/bay)