Teknologi di Balik Bola-bola Mati Berbahaya Liverpool

Bayu Baskoro - Sepakbola
Jumat, 27 Mei 2022 09:20 WIB
WOLVERHAMPTON, ENGLAND - DECEMBER 04: Trent Alexander-Arnold of Liverpool takes a corner kick during the Premier League match between Wolverhampton Wanderers and Liverpool at Molineux on December 04, 2021 in Wolverhampton, England. (Photo by Naomi Baker/Getty Images)
Liverpool menggunakan sains dan teknologi guna mengasah set-piece. (Foto: Getty Images)
Liverpool -

Liverpool amat berbahaya dalam situasi bola-bola mati musim ini. The Reds menggunakan sains dan teknologi untuk mengasah keterampilan mereka tersebut.

Liverpool menjadi salah satu tim yang paling banyak mencetak gol dari bola mati. Mulai dari situasi sepak pojok, tendangan bebas, serta penalti.

Di Liga Inggris 2021/2022, Liverpool tercatat mengumpulkan 19 gol dari bola mati. Anak asuh Juergen Klopp juga berhasil menyabet titel Piala Liga Inggris dan Piala FA dengan memenangi adu penalti.

Usut punya usut, ketajaman Liverpool dalam situasi bola mati tidak hanya diasah melalui latihan konvensional saja. Trent Alexander-Arnold dkk juga menerapkan pelatihan otak melalui kemitraan bersama perusahaan ahli saraf Jerman, neuro11.

Menukil laporan Daily Mail, Liverpool dan neuro11 sudah bekerja sama sejak pra-musim tahun lalu. neuro11 bertugas membantu para pemain masuk ke 'zona', yakni kondisi yang memungkinkan untuk 'mengendalikan otak pada saat-saat penting' melalui elektroda.

Para penggawa Liverpool memakai elektroda di kepala mereka ketika sesi latihan tim. Aktivitas otak mereka kemudian dianalisis guna mengetahui kemampuan maksimal setiap individu.

"Ketika Anda dapat melakukan yang terbaik, Anda tidak perlu memikirkannya, itu terjadi begitu saja. Pikiran setiap orang berbeda. Jadi, dengan menganalisis aktivitas otak selama latihan, neuro11 membantu setiap pemain mengetahui apa yang berhasil untuk mereka." kata salah satu pendiri neuro11, Dr Niklas Hausler.

Liverpool's Trent Alexander-Arnold (left) wearing a neuro-headset and backpack during a media day at the AXA Training Centre in Liverpool ahead of the UEFA Champions League Final in Paris on Saturday. Picture date: Wednesday May 25, 2022. (Photo by Peter Byrne/PA Images via Getty Images)Trent Alexander-Arnold mengenakan perangkat elektroda di kepala dalam sesi latihan Liverpool. (Foto: PA Images via Getty Images/Peter Byrne - PA Images)

Juergen Klopp menyebut kemitraan dengan neuro11 adalah sesuatu yang amat menguntungkan timnya. Manajer Liverpool itu menilai dampak yang diberikan sangat besar bagi para pemain menghadapi bola-bola mati.

"Mereka memiliki dampak yang luar biasa. Ini tentang membawa pemain tertentu, sebelum set-piece, ke dalam pola pikir yang benar. Mereka adalah ahli saraf dan ini penting bagi kami - babak baru yang sangat menarik," ujar Klopp.

Teknologi yang dibawa neuro11 turut menjadi bagian penting persiapan Liverpool menghadapi final Liga Champions kontra Real Madrid. Trent Alexander-Arnold dan Konstantinos Tsimikas berlatih mengirimkan bola dengan elektroda terpasang di kepala mereka dalam sesi latihan di Kirkby, Rabu (25/5).



Simak Video "Camila Cabello Ngaku Kesal Sama Pendukung Liverpool"
[Gambas:Video 20detik]
(bay/nds)