ADVERTISEMENT

Sepp Blatter dan Michel Platini Bebas Dakwaan Penipuan

Yanu Arifin - Sepakbola
Jumat, 08 Jul 2022 18:00 WIB
SAINT PETERSBURG, RUSSIA - JULY 25:  FIFA President Joseph S. Blatter and UEFA President Michel Platini look on during the Team Seminar ahead of the Preliminary Draw of the 2018 FIFA World Cup at the Corinthia Hotel on July 25, 2015 in Saint Petersburg, Russia.  (Photo by Shaun Botterill/Getty Images)
Sepp Blatter dan Michel Platini saat masih menjabat sebagai petinggi sepakbola dunia. (Foto: Shaun Botterill/Getty Images)
Bellinzona -

Sepp Blatter dan Michel Platini sempat didakwa kasus penipuan. Kedua mantan pejabat sepakbola dunia itu baru saja divonis bebas dakwaan.

Dilansir Independent, Pengadilan Bellinzona pada Jumat (8/7/2022), memvonis bebas dakwaan kepada Blatter dan Platini. Hal itu dikonfirmasi pengacara Platini.

"Pembebasan penuh klien saya adalah satu-satunya hasil yang benar dari proses pidana ini," kata pengacara Platini, Dominic Nellen, dalam pernyataannya.

"Pengadilan telah menilai bukti dengan benar, dan akhirnya mengakhiri proses pidana yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata ini."

"Pengadilan netral akhirnya menemukan tidak ada kesalahan yang dilakukan dalam kasus ini. Klien saya benar-benar bersih dan lega karenanya," jelas Nellen.

Sepp Blatter dan Michel Platini sebelumnya didakwa jaksa pada November 2021. Keduanya didakwa dengan dugaan penipuan, menyusul penyelidikan yang berlangsung selama enam tahun.

Platini dituduh menerima uang sebesar dua juta franc Swiss dari FIFA, yang disetujui Blatter, pada 2011. Jaksa menilai, pembayaran itu dilakukan tanpa dasar hukum.

Penyelidikan sendiri berjalan sejak 2015, yang juga menghentikan kepemimpinan Blatter sebagai Presiden FIFA. FIFA kemudian dipimpin Gianni Infantino sampai saat ini.

Blatter dan Michel Platini kemudian diperiksa Komite Etik FIFA, dan dilarang beraktivitas di sepakbola selama delapan tahun. Setelah banding, hukumannya dikurangi menjadi enam tahun. Namun, FIFA kembali melarang Blatter sampai 2028 karena dianggap terlalu banyak masalah selama menjabat sebagai Presiden FIFA.

(yna/aff)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT