ADVERTISEMENT

Ramai Created by the Poor Stolen by the Rich, Fans Klub Ini Pencetusnya

Yanu Arifin - Sepakbola
Senin, 25 Jul 2022 10:35 WIB
Tunisian Club Africains supporters display banners before the start of the friendly football match between Club Africain and Paris Saint Germain on January 4, 2017, in Rades. / AFP / FETHI BELAID        (Photo credit should read FETHI BELAID/AFP via Getty Images)
Spanduk suporter Club Africain. (Foto: FETHI BELAID/AFP via Getty Images)
Rades -

Kalimat 'Created by the Poor, Stolen by the Rich' tengah digaungkan netizen. Kata-kata itu pertama kali dibikin sekelompok fans sepakbola, lho!

Selebritis Baim Wong tengah menjadi sindiran masyarakat, karena keputusannya mendaftarkan kata Citayam Fashion Week sebagai Hak Atas Kekayaan Intelektual ke Kemenkumham. Prosesnya sedang berlangsung.

Pendaftaran Citayam Fashion Week tertera dalam laman resmi Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PSDKI) Kemenkum HAM. Permohonan yang diajukan PT Tiger Wong tersebut teregistrasi dalam nomor JID2022052181, dan diterima pada 20 Juli 2022.

Tak cuma Baim Wong, Indigo Aditya Nugroho juga mendaftarkan Citayam Fashion Week ke Kemenkum HAM. Permohonan itu tertera dengan nomor JID2022052496.

Kata Citayam Fashion Week awalnya cuma sebutan masyarakat kepada anak-anak ABG dari Citayam, Bojong Gede, dan Depok, yang berkumpul dan pamer gaya berpakaian di wilayah elite Sudirman, Jakarta. Dengan dandanan nyentrik, dan murah tentunya, mereka pergi ke Sudirman dengan naik kereta dan nongkrong di pinggir jalan hanya untuk bersenang-senang.

Kemudian, sebutan Citayam Fashion Week makin viral, yang membuat para artis latah dan ikutan berebut popularitas. Model profesional, artis, sampai pemengaruh media sosial tak mau ketinggalan tampil di Sudirman.

Sampai akhirnya, Baim Wong datang dan berusaha menjadikan Citayam Fashion Week sebuah merek yang berada di bawah bendera perusahaannya.

Sontak, sikap Baim Wong dikecam keras, karena dianggap mengakui sesuatu yang bukan ia sendiri ciptakan. Kata-kata 'Created by the Poor, Stolen by the Rich' atau yang berarti 'diciptakan orang miskin, dicuri orang kaya' ramai ditujukan kepadanya.

Tapi, apa itu 'Created by the Poor, Stolen by the Rich' yang jadi sindiran kepada Baim Wong? Usut punya usut, kata-kata itu awalnya dicetuskan sekelompok suporter sepakbola.

Adalah suporter klub Tunisia, Club Africain, yang membuat kalimat itu pada awalnya. Sekelompok penggemarnya membentangkan spanduk raksasa bertuliskan 'Created by the Poor, Stolen by The Rich', yang berarti di sebuah pertandingan.

Melansir Vice, kalimat itu dibentangkan suporter Curva Nord Club Africain, saat menggelar pertandingan melawan Paris Saint-Germain dalam sebuah laga persahabatan. Itu terjadi pada 2017.

Kalimat itu menjadi sindiran dari suporter, kepada orang-orang kaya yang berusaha merebut ihwal dasar sepakbola. Sepakbola yang seharusnya menjadi hiburan masyarakat kelas bawah, direbut, diprivatisasi, dan dijadikan mesin pengeruk uang oleh orang-orang kaya.

Jurnalis Tunisia, Firas Kefi, menjelaskan bahwa spanduk itu memang dibuat suporter Club Africain. Kata-kata Created by the Poor Stolen by the Rich ditujukan kepada dua orang.

Pertama adalah Slim Rihai, pengusaha Tunisia yang menjadikan Club Africain sebagai kendaraan politiknya. Kemudian, sindiran juga ditujukan untuk Nasser Al Khelaifi, Presiden PSG, yang dicap menggunakan 'uang negara' untuk menjalankan bisnis PSG.

Kesenjangan Club Africain dan PSG juga menjadi pijakan suporter membentangkan spanduk raksasa itu. PSG sebagai klub kaya raya dan Club Africain sebagai klub miskin membuat para suporter sedih dan mengecam industri sepakbola saat ini.

(yna/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT