Soal Isu Lingkungan, Piala Dunia 2022 dan Man City Raih Penghargaan Buruk

ADVERTISEMENT

Soal Isu Lingkungan, Piala Dunia 2022 dan Man City Raih Penghargaan Buruk

Yanu Arifin - Sepakbola
Rabu, 28 Sep 2022 21:01 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - NOVEMBER 29:  A corner flag is seen inside the stadium prior to the Premier League match between Manchester City and Southampton at Etihad Stadium on November 29, 2017 in Manchester, England.  (Photo by Dan Mullan/Getty Images)
Foto: (Getty Images/Dan Mullan)
London -

Piala Dunia 2022 dan Manchester City dikecam terkait isu lingkungan. Sebagai bentuk sindiran, keduanya meraih sebuah penghargaan buruk.

Melansir The Athletic, adalah Badvertising, kelompok yang mengecam promosi pemasaran tak ramah lingkungan, membuat parodi penghargaan. Piala Dunia 2022 dan klub Premier League, Manchester City, memenangkan 'penghargaan' dari mereka. Salah satu jurinya mantan peraih medali emas Olimpiade Etienne Stott, dan akademisi Bill McGuire.

Piala Dunia 2022 memenangkan kategori Overall Bad Sport Award 2022, karena klaim netralitas karbon di pesta sepakbola nanti. Ada beberapa alasan Piala Dunia di Qatar itu dikecam.

Pertama, netralitas karbonnya diragukan, menyusul laporan dari Carbon Market Watch pada Mei lalu. Panitia penyelenggara disebut "menghilangkan beberapa emisi gas rumah kaca dari perhitungan mereka" dan akan mengandalkan "penggantian karbon yang tipis" untuk mencapai netralitas karbon. Selain soal karbon, Piala Dunia 2022 disorot karena sponsornya dengan Qatar Energy.

Kemudian Manchester City yang kena sindir Badvertising. The Citizens sempat membuat kampanye gratis penerbangan dengan Etihad Airways, sebagai imbalan kepada penggemar yang menukar botol minuman di hari pertandingan.

Diketahui, karbon yang dihasilkan dari penerbangan pesawat juga besar, sehingga upaya Manchester City bak membuat gol bunuh diri. Untuk itu, juara bertahan Liga Inggris tersebut mendapat diberi penghargaan Own Goal Award.

Manchester City masih berusaha dikonfirmasi The Athletic untuk memberi komentar. Sementara panitia Piala Dunia sempat merespons tudingan Carbon Market Watch.

"Kami berada di jalur untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia yang netral karbon. Tidak ada negara lain yang terlibat begitu dalam dengan warganya untuk memastikan warisan berkelanjutan tertinggal setelah Piala Dunia FIFA," klaim panitia.

"Emisi yang tidak dapat dihindari saat mempersiapkan dan menjadi tuan rumah turnamen, akan diimbangi dengan investasi dalam kredit karbon yang diakui secara internasional dan bersertifikat," jawab penyelenggara.

Selain Piala Dunia 2022 dan Manchester City, ada pihak lain yang mendapat sindiran lewat penghargaan ini. Mereka adalah tim bersepeda INEOS Grenadiers dan tim NHL Edmonton Oilers.



(yna/aff)

ADVERTISEMENT