Gaji Pertama Ruediger: Belikan Rumah buat Orang Tua

ADVERTISEMENT

Gaji Pertama Ruediger: Belikan Rumah buat Orang Tua

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Senin, 14 Nov 2022 19:40 WIB
MADRID, SPAIN - OCTOBER 30: Antonio Rudiger of Real Madrid looks on during the LaLiga Santander match between Real Madrid CF and Girona FC at Estadio Santiago Bernabeu on October 30, 2022 in Madrid, Spain. (Photo by Denis Doyle/Getty Images)
Antonio Ruediger menghabiskan gaji besar pertamanya untuk membelikan rumah buat kedua orang tua. (Foto: Getty Images/Denis Doyle)
Madrid -

Bagi Antonio Ruediger, keluarga sangat penting. Bek Real Madrid itu mengungkapkan, gaji pertamanya dihabiskan untuk membelikan rumah buat ayah dan ibunya.

Ruediger terlahir dari keluarga berdarah Sierra Leone. Dia merintis kariernya dengan memperkuat tim-tim junior di antaranya Borussia Dortmund, dan Stuttgart. Di klub yang terakhir disebut Ruediger mampu menembus tim utama pada 2012.

Setelah menghabiskan tiga musim di Stuttgart, Ruediger dipinjamkan ke AS Roma pada 2015 sebelum dipermanenkan setahun berikutnya. Bek tengah internasional Jerman itu membantu Roma konsisten dengan finis empat besar.

Performa impresif Antonio Ruediger membuat Chelsea kepincut, kemudian memboyongnya ke London Barat seharga 29 juta pound sterling pada 2017. Ruediger membantu the Blues memenangi lima trofi, termasuk gelar-gelar utama macam Piala FA, Liga Europa, dan Liga Champions.

Nama Ruediger semakin berkibar sampai akhirnya Real Madrid merekrutnya pada musim panas tahun lalu. Pesepakbola berusia 29 tahun itu membeberkan, gaji besar pertama yang diterimanya dipakai untuk menghadiahi kedua orang tuanya.

"Aku membeli sebuah rumah untuk orang tuaku, di Jerman," ungkap Ruediger kepada AS. "Bagiku, itu adalah sebuah kepuasan tersendiri. Saudara perempuanku sekarang yang tinggal di rumah itu karena kedua orang tuaku sering pergi ke Afrika."

"Ayahku bekerja mencuci piring di sebuah restoran, dan ibuku mengurus rumah tangga. Ketika anda melihat orang tua anda bekerja sangat keras untuk anda, suatu hari anda ingin memberi mereka waktu rehat, dan syukurlah aku bisa mewujudkannya."

"Mereka selalu bilang kepadaku: satu-satunya cara untuk mencapai sukses adalah jika kamu juga bisa berbahagia untuk orang lain.' Aku tidak pernah diajarkan untuk iri kepada orang lain, dan itu sangat penting karena sekarang orang-orang terlalu banyak melihat apa yang dilakukan orang lain. Orang membandingkan diri mereka dengan orang lain. Aku tidak begitu. Aku percaya setiap orang itu istimewa. Itulah hal terbaik yang pernah mereka ajarkan kepadaku," Ruediger menambahkan.

(rin/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT