Hal itu disampaikan oleh pihak keluarga Ronny Pattinasarany yang diwakili oleh dua putranya, Robbeno Pattrick Pattinasarani (Benny) dan Hendry Jacques Pattinasarani (Yerry), serta adik mendiang, Donald Patinassarani (Donny).
"Kita semua berkumpul di sini dalam suasana duka cita tapi tidak terlalu sedih. Kita di sini mengikhlaskan. Kita tahu Papa sudah ada di tempat yang lebih baik. Mama juga semua mengikhlaskan kepergian Papa," ucap Benny di RS Omni Medical Centre, Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (19/9/2008).
"Kita seluruh keluarga berkumpul sebelum papa meninggal, di sekeliling dia 24 jam. Ini memang keinginan Papa agar seluruh keluarga berkumpul," lanjut Benny dengan mata memerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita harus mencapai akhir dari garis yang sudah diberikan Tuhan. Itu yang diajarkan Papa. Kita sekarang kalau berkeluarga sudah punya modal karena bisa melihat apa yang udah papa beri ke kita," kata pemuda 28 tahun yang berbalut jins, kemeja, dan topi serba hitam tersebut.
Sampai saat ini Jenazah Ronny masih berada di rumah sakit. Rencananya jenazah baru akan dibawa ke rumah duka di Jalan Pulomas Blok III B/9, Pulomas, Jakarta Timur, pada pukul 17.30 WIB atau 18.00 WIB nanti.
(krs/a2s)











































