Gonzalez dan Budi adalah pilar penting bagi Persik Kediri dalam empat tahun terakhir ini. Keduanya bergabung di Stadion Brawijaya di tahun yang sama, 2005.
Puncak karir duet penyerang ini ketika skuad "Macan Putih" berhasil menjuarai Liga Indonesia untuk kali kedua di musim 2006.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Djarum Indonesian League (ISL) musim ini pun, pemain berjulukan "El Loco" itu masih bertengger di puncak top skorer sementara dengan 15 gol. Di akhir 2008 ia dikenai skorsing satu tahun karena memukul seorang pemain PSMS Medan di lapangan, sebelum diputihkan minggu lalu, dan kini sudah berseragam "Maung Bandung".
Sementara itu Budi pernah bermain di beberapa klub seperti Persija Jakarta, Persebaya Surabaya dan Deltras Sidoarjo, sebelum akhirnya membela Persik pada musim 2005. 'Si Piton' -- julukannya -- juga sempat pindah ke Liga Malaysia seusai Piala Asia 2007 untuk membela klub Polis Diraja Malaysia selama 4 bulan, sebelum mudik ke Kediri di awal 2008.
Gonzalez dan Budi berpisah karena Persik mengalami masalah keuangan di putaran pertama ISL musim ini. Jika Gonzalez bergabung dengan Persib, Budi kini bermain untuk Sriwijaya FC.
Pelatih Sriwijaya Rahmad Darmawan mengatakan bahwa pertemuan kedua klub di Copa Dji Sam Soe akan menjadi arena pembuktian siapa yang terbaik dari keduanya.
"Ya, biarlah Budi dan Christian berdua saling adu nasib," tutur Rahmad kepada wartawan seusai acara undian babak 16 besar Copa di Jakarta, Selasa (10/2/2009).
(a2s/a2s)











































