Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (13/11/2011) malam WIB, Indonesia memastikan diri lolos ke semifinal usai mengalahkan Thailand 3-1. Pada laga tersebut, Thailand mengakhiri laga dengan sembilan orang setelah dua pemainnya terkena kartu merah.
RD menyebut bahwa atmosfer pertandingan yang ditonton oleh sekitar 60.000 penonton menjadi pelajaran tersendiri bagi para pemain timnas
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tanpa mengecilkan mereka, saya pikir ini menjadi pengalaman tersendiri karena mereka tak terlalu terbiasa bermain dalam pertandingan yang atmosfernya seperti ini. Untung (atmosfer seperti) ini terjadi di babak penyisihan, bukan di semifinal, sehingga kita mendapatkan pengalaman lebih dulu karena di semifinal atmosfernya mungkin sama besarnya."
Mengenai pertandingannya sendiri, RD menyebut beberapa poin yang menjadi kelemahan tim. Salah satunya adalah terlalu terburu-buru melepaskan umpan-umpan panjang ketika ditekan oleh para pemain Thailand.
"Malam hari ini kita melawan satu tim, yang seperti sudah saya bilang, tim yang sangat matang," ucapnya.
"Ada beberapa hal yang efektif. Tapi ada juga beberapa yang tak sesuai yang kita inginkan. Salah satunya ketika menekan, kita kurang kompak."
"Akhirnya kita main long pass, yang mana sebenarnya tak saya inginkan. Tapi, di satu sisi, itu berguna karena kita mengandalkan kecepatan, sehingga bisa menekan area kosong yang ditinggalkan Thailand."
Sang pelatih juga menggarisbawahi soal ketenangan para pemain. Dia mengharapkan para pemain untuk bisa membangun permainan dari lini belakang. Namun, yang terjadi di lapangan, para pemain kerap langsung melepaskan umpan panjang ke depan.
"Ketika mereka bermain dengan 10 pemain, kita malah tegang. Padahal selalu saya ingatkan untuk sabar main dari bawah. Tapi, beberapa kali kita malah melakukan long pass. Ini harus diperbaiki."
(roz/krs)











































