Preview Mitra Kukar vs Persepam

Piala Menpora

Preview Mitra Kukar vs Persepam

- Sepakbola
Sabtu, 21 Sep 2013 10:39 WIB
Preview Mitra Kukar vs Persepam
Jakarta - Di Indonesian Super League musim ini Persepam Madura United dan Mitra Kukar saling mengalahkan. Pertemuan mereka di Menpora Cup bolehlah dijadikan ajang untuk menentukan siapa yang lebih unggul secara head to head, apalagi mengingat laga ini digelar di tempat netral yaitu di Malang.

Saat pertama kali bertandang ke Stadion Gelora Bangkalan bulan Maret silam, Mitra Kukar ditekuk 3-1. Gantian di putaran kedua, saat "Laskar Sapeh Kerap" dijamu Mitra Kukar di Tenggarong, gol yang dicetak Ilija Spasojevic di menit-menit akhir babak kedua membuat anak asuh Daniel Roekito tersebut pulang tanpa membawa poin apapun. Kalah tipis 2-1.

Defensive Action Kedua Tim dari Kartu Kuning

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menarik dicermati jumlah torehan kartu kedua tim saat bertemu. Di Putaran pertama saat bermain di Bangkalan, kedua tim menghasilkan 5 kartu kuning (Persepam 3, Mitra Kukar 2). Sedangkan saat bermain di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, keluar 2 kartu kuning dan 1 kartu merah.

Pelanggaran yang dibuat kiper Persepam Firmansyah membuat wasit memberi hadiah penalti kepada Mitra Kukar dan mengusir Firmasyah ke luar lapangan. Kartu merah ini merupakan kartu merah langsung satu-satunya yang didapat Persepam selama menjalani kompetisi musim lalu.

Mengamati data statistik kartu kedua tim. Persepam selama kompetisi ISL menghasilkan 45 kartu kuning dan dominasi kartu hanya dilakukan oleh lini belakang, tepatnya center back Fachrudin [10 kartu kuning] dan Ishak Djober [6 kartu kuning].

Berbeda dengan Persepam, Mitra Kukar presentase jumlah kartu kuningnya paling menonjol dibandingkan dengan tim-tim ISL lainnya, yaitu 67 kartu kuning dan 3 kartu merah. Dalam segi rataan kartu, hampir di setiap lini baik itu menyerang, tengah maupun bertahan mendapatkan jumlah yang hampir sama 5-6 kartu kuning.

Di lini depan, Jajang Mulyana dan Zulham Zamrun mendapatkan kartu kuning terbanyak masing-masing 6 kartu kuning dan 1 kartu merah. Sementara pada posisi tengah Ahmad Bustomi dan Hendra Ridwan mengoleksi masing-masing 5 kartu kuning. Di lini pertahanan, Hamka Hamzah mendapat 6 kartu dan Dedy Gusmawan serta Rahmat Latif mendapat 5 kartu kuning.

Dari data di atas, didapat kesimpulan bahwa agresivitas Mitra Kukar saat melakukan defensive action amatlah cukup tinggi baik itu saat tackle, clearence maupun areal duel. Dan aksi itu dilakukan hampir tiap per-lini dengan membuat garis pertahanan awal dari lini depan melalui Jajang Mulyana – Ilija Spasojevic – Esteban Herera. Diteruskan oleh Bustomi-Maitimo-Frangipane di lini tengah. Baru kemudian dihadang backfour mereka di lini belakang.

Kondisi inilah yang membuat Mitra Kukar tak terkalahkan dalam 10 pertandingan terakhir. Kekalahan terakhir yang mereka dapat hanya dari Persipura di Stadion Mandala, 16 Juni silam.

Torehan Gol yang Didominasi Striker

Menyoroti barisan penyerangan Mitra Kukar, Pelatih Stefan Hansson memiliki banyak opsi. Menilik dari beberapa pertandingan terakhir di ISL, pelatih berkebangsaan Swedia ini biasanya memakai pola 4-3-3 dengan memasang 3 pemain bertipikal striker sekaligus.

Untuk menemani duet Ilija Spasojevic - Esteban Herera, secara bergantian Zulham Zamrun dan Jajang Mulyana dipasang sebagai pemain inti. Dari keempat pemain ini mereka meraup 38 gol dari total torehan 60 gol yang dicetak sepanjang musim ISL lalu. Terlihat dengan jelas, bahwa tumpuan mencetak gol Mitra Kukar lebih didominasi pemain depan.

Dari segi kecenderungan mencetak gol, Mitra Kukar paling sering melakukannya di interval menit 15-30 [sebanyak 14 gol]. Dari data itu, minimnya gol di menit-menit awal pertandingan baik itu babak pertama maupun babak kedua, menjadi pertanda bahwa dari segi serangan, Ahmad Bustomi cs selalu gagal tampil on fire sejak menit-menit awal.

Berdasarkan data soccerway.com, gol pertama Mitra Kukar rata-rata dicetak di menit 30-36.


Menarik dicermati adalah jumlah kebobolan. Kendati menempati peringkat ketiga klasemen akhir ISL, torehan kebobolan Mitra tidak cukup baik. Mereka kebobolan 42 gol dalam 34 pertandingan. Pada posisi centerback, pelatih Steffan Hanssom memang kerap melakukan rotasi mencari siapa yang cocok menemani Hamka Hamzah. Apakah itu Rahmat Latif, Chul Hung Hyung Park atau Zulchrizal Abdul Gafar.

Menanti tuah pemain baru di Persepam

Berbeda dengan Mitra Kukar, produktivitas gol dari lini kedua Persepam lumayan baik. Tak hanya bertumpu pada kekuatan Zaenal Arif semata, dua gelandang muda Rossy Noprihanis dan Busary menempatkan dirinya di jajaran pencetak gol terbanyak: 7 gol dan 5 gol.

Kondisi ini terjadi karena, Persepam boleh dikata kekurangan striker yang haus gol. Peran striker anyar yang didatangkan di awal putaran kedua yaitu Alain Mosely Ngkong tidak cukup memuaskan, ia hanya mampu mencetak 3 gol dari 15 pertandingan.

Untuk membenahi tumpulnya lini depan, liga baru usai Persepam sudah aktif bergerak mencari pemain baru untuk mengarungi ketatnya ISL musim depan. Tercatat, 6 pemain baru sudah merapat ke kubu Daniel Roekito untuk mengarungi gelaran turnamen Menpora Cup. Tiga pemain di antaranya adalah pemain asing yang berposisi sebagai penyerang murni yaitu Guy Junior, Martial Marcel Pongue dan striker eks Persiba Bantul Ezequiel Gonzales.

Selama ini Persepam memang terlalu mengandalkan Zaenal Arif semata, yang menjadi soal adalah kondisi fisik pemain yang akrab disapa Abo tak seperti di masa-masa kejayaanya dulu bersama Persita Tangerang.

Dari 11 pertandingan terakhir, di babak kedua Abo selalu ditarik oleh Daniel. Apa yang dilakukan Daniel untuk menyeleksi 3 pemain asing berposisi striker adalah hal tepat. Terlebih untuk mengikut ajang Menpora Cup, Persepam hanyalah tim berumur jagung yang baru mengikuti turnamen seketat ISL. Di Menpora Cup mereka bukanlah tim unggulan, masih kalah pamor dari Mitra Kukar, Arema Cronus ataupun Loyola Melalco.

Tetapi tentu tak ada salahnya, kita menyimak tuah pemain anyar itu di laga pembuka Grup B, sore nanti.


====

*akun twitter penulis: @Panditfootball
*Tentang Pandit Football lihat di sini


(a2s/cas)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads