"βTuntutan publik melalui media sosial dan media mainstream suda demikian tinggi bagi perbaikan manajemen PSSI. Tendensinya bahkan cukup ekstrem yakni pembekuan PSSI," kata Imam dalam rapat dengan Komisi X DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2015).
Dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi X Teuku Riefky Harsya, Imam menyebut bahwa persepakbolaan Indonesia perlu diperbaiki, mulai dari penyelenggaraannya hingga managemen PSSI. Masalah transparansi keuangan PSSI juga menjadi latar belakang terbentuknya Tim Sembilanβ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Imam ada kemungkinan PSSI, merujuk pada Statuta FIFA mengenai larangan intervensi pemerintah, akan resisten dengan Tim Sembilan. Namun, Tim Sembilan jalan terus karena bertujuan menghasilkan rekomendasi ke Kemenpora demi perbaikan persepakbolaan Indonesia.
Tim Sembilan sendiri bertugas melakukan pengumpulan informasi dan data yang berkaitan dengan persoalan sepakbola nasional dan punya kewenangan memanggil pihak terkait, melakukan koordinasi dan komunikasi dengan lembaga pemerintah, dan berkomunikasi dengan federasi persepakbolaan internasional.
Tim Sembilan saat ini diperkuat oleh Imam B. Prasodjo (sosiolog), Natalia Subagyo (Transparansi Internasional), Ricky Yakobi (mantan pemain nasional), Gatot S. Dewabroto (Kemenpora), Nurhasan Ismail (akademisi), Djoko Susilo (mantan Dubes RI untuk Swiss), Yunus Husein (mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan/PPATK), Eko Tjiptadi (mantan Deputi Pencegahan Komite Pemberantasan Korupsi), dan Oegroseno (mantan Wakapolri).
(dnu/krs)











































