"Perjalanan akan berlangsung selama sekitar 8 jam dan akan ada sedikit gangguan ketika kita lewat di atas Colombo," demikian pernyataan pilot yang menerbangkan pesawat ke-11 anak tersebut menuju Abu Dhabi dari Jakarta.
Pada hari Kamis (21/5) dinihari WIB, pesawat tersebut lepas landas dari bandar udara Soekarno-Hatta untuk membawa mimpi ke-11 anak muda tersebut berlatih bersama Manchester United Soccer School. Ke-11 anak muda tersebut dikumpulkan dari ajang CLEAR Ayo! Indonesia Bisa Academy yang berlangsung beberapa waktu silam.
Perjalanan menuju Manchester memang tidak selamanya mulus --dalam banyak arti. Selain harus menyisihkan tim-tim lain untuk bisa menjuarai turnamen daerah CLEAR Ayo! Indonesia Bisa Academy 2015, mereka juga anak-anak muda yang lain. Tercatat ada 8.192 anak yang mengikuti turnamen tersebut.
Selain itu, perjalanan menuju Manchester juga ditempuh dalam jarak dan waktu yang amat panjang. Untuk sampai ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, tempat di mana rombongan anak-anak tersebut melakukan transit, dibutuhkan waktu sekitar 8 jam. Selain itu, seperti yang dikatakan oleh pilot sebelum lepas landas, perjalanan malam itu juga ditemani sedikit gangguan cuaca.
Sesampainya di Abu Dhabi, rombongan yang membawa ke-11 anak muda tersebut langsung beristirahat. Untuk naik pesawat berikutnya yang akan terbang menuju Manchester, mereka harus menunggu 3 jam.
Well, untuk menghabiskan waktu selama tiga jam tersebut tidak ada yang bisa dilakukan selain ngobrol antar satu sama lain atau foto-foto bareng. Beberapa anak memilih untuk mengeluarkan earphone atau headphone dari tas mereka dan membenamkan diri di dalam alunan musik. Beberapa yang lain juga memilih untuk menghubungi keluarga yang ada di rumah dengan menggunakan fasilitas wi-fi bandara.
"Mas, mas.. Tolong foto," kata beberapa anak seraya menyodorkan kamera ponselnya kepada detikSport.
Tibalah kemudian waktunya untuk naik ke atas pesawat. Sebelum naik, Cahyadi, kepala rombongan yang merupakan perwakilan dari Mahaka dan CLEAR, mengingatkan beberapa hal yang akan dilakukan anak-anak tersebut setibanya di Manchester.
"Nanti, saya akan pilih dua anak setiap harinya. Nah, dua anak ini nantinya yang akan mengingatkan teman-temannya yang lain untuk bangun, mengenakan training kit apa hari ini, dan sebagainya," ujar Cahyadi.
Rombongan pun naik ke pesawat. Perjalanan menuju Manchester kali ini ditemani oleh cuaca cerah.
Setelah 8 jam perjalanan, pesawat pun tiba di Manchester pada Kamis (21/5) sore waktu setempat. Jika dihitung-hitung dengan waktu berangkat dari Jakarta, perjalanan tersebut memakan waktu sekitar 19 jam.
Suhu di kota Manchester pada akhir bulan Mei ini menunjukkan angka 15 derajat celcius. Beruntungnya, kata sopir yang mengatarkan rombongan dari bandara menuju hotel tempat menginap, hari itu sedang tidak hujan.
"Di Manchester, Anda tidak bertanya, apakah hari ini hujan atau tidak? Di Manchester, Anda bertanya, hujannya ke bawah atau ke samping? Karena di sini juga berangin," ucapnya.
(Rossi Finza Noor/Doni Wahyudi)











































