sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 27 Des 2018 14:27 WIB

Kaleidoskop 2018

Timnas Indonesia: Junior Moncer, Senior Hancur Lebur

Randy Prasatya - detikSport
Timnas Indonesia gagal melaju jauh di Piala AFF 2018. (Foto: Rifkianto Nugroho) Timnas Indonesia gagal melaju jauh di Piala AFF 2018. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta - Tahun 2018 segera berakhir. Banyak momen dari Timnas Indonesia di tahun Shio Anjing Tanah ini, seperti keberhasilan tim junior dan babak belurnya tim senior.

Timnas Indonesia U-16 sukses besar di Piala AFF. Tim besutan Fakhri Husini menjadi yang terbaik di Asia Tenggara.

Situasi kontras terjadi di Timnas Senior. Tim besutan Bima Sakti gagal total di Piala AFF dengan hanya menghuni posisi keempat di klasemen grup.

Berikut uraian dari momen-momen Timnas Indonesia selama 2018:

1. Timnas U-16 Juara Piala AFF 2016

Timnas U-16 tampil membanggakan dengan menjadi juara Piala AFF U-16 2018. Pasukan Fakhri Husaini sukses menaklukkan Thailand U-16 di partai final yang digelar di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, 11 Agustus 2018, melalu babak adu penalti.

Kedua tim sebelumnya bermain imbang imbang 1-1 di waktu normal. Ini adalah gelar pertama Indonesia sejak kejuaraan tersebut digelar pada 2002.

2. Timnas Indonesia Gagal di Asian Games 2018

PSSI memasang target empat besar untuk Timnas Indonesia di Asian Games 2018. Tim besutan Luis Milla ketika itu hanya sampai di babak 16 besar setelah kalah dari Uni Emirat Arab lewat drama adu penalti 3-4 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang pada Agustus lalu.

Meski gagal, saat itu permainan skuat Indonesia yang banyak dihuni pemain U-23 mendapat apresiasi tinggi. Milla dianggap sebagai sosok pelatih yang bikin Indonesia main atraktif.

3. Saga Kontrak Luis Milla

Kontrak Luis Milla berakhir selepas Asian Games 2018. Publik mendorong PSSI untuk memperpanjang kontrak pria asal Spanyol itu.

Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, sempat menyampaikan dalam konferensi pers bahwa pihaknya akan memperpanjang kontrak Milla. Pada prosesenya, hal itu tak terjadi.

Sebuah kabar mengejutkan justru diungkap Exco PSSI, Gusti Randa, yang menyebut bahwa PSSI masih menunggak tiga bulan gaji Milla, dengan rincian perbulannya mencapai Rp 2,3 miliar.

PSSI akhirnya menunjuk Bima Sakti untuk menggantikan Milla. Bima pun langsung mempersiapkan tim menuju Piala AFF 2018.


4. Saddil Dicoret dari skuat Timnas Senior

Timnas Indonesia mencoret Saddil Ramdani dari skuat untuk Piala AFF 2018. Pemain milik Persela Lamongan itu terkenan kasus penganiayaan terhadap teman wanitanya, di Lamongan.

Kasus penganiayaan itu sempat membuat Saddi bolak-balik ke kantor polisi, setelah pihak wanit mengajukan tuntutan. Pada prosesnya, Saddil berhasil lepas dari jerat hukum karena kedua belah pihak sepakat berdamai.

5. Andik Kembali ke Timnas Indonesia

Pelatih Bima Sakti memanggil Andik Vermansah untuk bergabung ke skuat Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2018. Pemanggilan Andik dilakukan setelah Saddil Ramdani terjerat masalah hukum terkait kasus penganiayaan.

Sebelum pemanggilan ini, Andik terakhir tampil dengan kostum Merah-Putih saat Indonesia uji coba melawan Hong Kong pada 17 Oktober lalu. Penampilan tersebut menandai comeback Andik sejak bertanding di laga ujicoba melawan Islandia pada Januari, atau selama sembilan bulan.


6. Timnas Gagal Total di Piala AFF 2018

Harapan Timnas Indonesia meraih prestasi di Piala AFF 2018 gagal total. Kekalahan 0-1 dari Singapura menjadi awal petaka Skuat Garuda.

Dari empat pertandingan fase Grup B, Timnas Indonesia hanya menang 3-1 atas Timor Leste. Tim Merah-Putih juga takluk 2-4 dari Thailand, dan bermain imbang 0-0 dengan Filipina.

Semua hasil tersebut memaksa Timnas Indonesia menghuni peringkat keempat di klasemen akhir Grup B, karena hanya mendulang empat poin.

7. Riko Simanjuntak Idola Baru di Timnas Indonesia

Riko masuk Skuat Indonesia untuk Piala AFF 2018. Indonesia memang gagal total, namun pemain berdarah Medan ini selalu tampil oke saat dimainkan.

Tubuhnya munggil, pergerakannya lincah, dan larinya pun cukup kencang. Riko membuat lawan kerepotan di sisi lapangan.


8. Simon McMenemeny Jadi Pelatih Timnas Indonesia

PSSI menunjuk Simon McMenemy sebagai pengganti Bima Sakti di Timnas Indonesia. Pria asal Skotlandia itu sebelumnya sempat membawa Bhayangkara FC juara Liga 1 2017.

Di level internasional, Simon sempat melatih timnas Filipina di Piala AFF 2010 lalu. Ketika itu Filipina berhasil melaju ke semifinal dan kalah dari Indonesia.

9. Terbuka Lagi Pengaturan Pertandingan di Final Piala AFF 2010

Final Piala AFF 2010 adalah salah satu luka besar untuk pencinta sepakbola Indonesia. Alih-alih menjadi juara, Indonesia malah kalah dari Malaysia dengan agregat 2-4 setelah sebelumnya di leg pertama tumbang 0-3.

Kekalahan itu menjadi sebuah misteri bertahan-tahun. Dugaan pengaturan pertandingan berkeliaran sangat liar.

Setelah delapan tahun berlalu, dugaan adanya pengaturan pertandingan di Bukit Jalil kembali diangkat. Adalah Andi Darussalam Tabusalla selaku mantan manajer Timnas Indonesia pada 2010.

Dia menyebut pergerakan Maman Abdurrahman pada gol pertama Malaysia sangat aneh. Namun, keesokan harinya hal tersebut dibantah oleh Maman.


(ran/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com